alsyariah.com pasang iklan

Tunggu Valentino Rossi yang Sebenarnya di Brno

Valentino RossiValentino Rossi kemungkinan hanya punya peluang kecil untuk mempertahankan mahkotanya sebagai juara dunia MotoGP.  Tapi, Rossi jauh dari sikap menyerah sebagaimana ia tunjukkan dalam Grand Prix Amerika Serikat di Laguna Seca, Minggu lalu.  Juara dunia sembilan kali dari Italia tersebut tampil luar biasa untuk merebut posisi ketiga.

Rekan satu tim di Yamaha, Jorge Lorenzo asal Spanyol, yang memenangi balapan itu sekaligus memantapkan posisi di puncak peringkat klasemen kejuaraan dunia. Tapi, Rossi yang mencuri perhatian sekitar 51 ribu penonton di California itu.

Hanya 50 hari setelah tulang kering kaki kanannya retak karena terjatuh dalam sesi latihan untuk GP Mugello, ia tampil gagah  dan berani untuk mengatasi teriknya matahari dan rasa nyeri di kakinya. Berada di urutan keenam pada akhir putaran pertama dan kesulitan untuk mengendalikan motornya dengan jenis ban lunak Bridgestone, pembalap berusia 31 tahun itu kemudian dengan cepat menyalip pembalap dari Yamaha Tech 3, Ben Spies, untuk menempati urutan kelima di putaran kedua.

Rossi kemudian menampilkan serangkaian aksi yang memukau untuk mengatasi laju dari Nicky Hayden dari tim Ducati dan Spies.  Tertahan di urutan kelima sampai 11 putaran perdana, membuatnya tampak akan gagal masuk podium seperti di GP Jerman di Sachsenring satu pekan lalu. Waktu itu dalam debutnya setelah istirahat karena cedera, ia finis di urutan keempat.

Namun ketika Dani Pedrosa terjatuh saat memimpin di putaran 12, pembalap tim Fiat Yamaha itu mendapatkan peluang untuk  meraih kebangkitan yang kedua kali dalam balapan tersebut dan segera mengejar Andrea Dovizioso yang mengendari motor Honda RC212V. Juara dunia sembilan kali itu terus memburu Dovizioso sampai ia melakukan “serangan” di putaran 27 untuk merebut  posisi ketiga.

Dovizioso berjuang keras untuk ganti mengalahkan Rossi tapi gagal mendekati pembalap “gila” dari Italia sampai putaran  terakhir. Rossi akhirnya mempertahankan raihannya memasuki podium dalam salah satu perjuangan terkeras sepanjang kariernya.

“Start dari balapan ini sangat berat buat saya karena saya punya banyak rasa sakit dan berada jauh dari posisi untuk masuk  podium,” kata Rossi setelah menyelesaikan 32 putaran.

GP Republik Cek di Brno, 15 Agustus mendatang, sebenarnya adalah target yang asli buat Rossi setelah sembuh dari cedera.  Tapi, ia kemudian memutuskan untuk mencoba membalap di Sachsenring dan Laguna Seca buat membangun kembali kecepatannya.
“Dua pacuan ini (GP Jerman dan Amerika) adalah dua balapan rehabilitasi untuk Valentino setelah cedera berat. Ia hanya memanfaatkannya untuk kembali menunggangi motornya. Tapi, ia finis di urutan keempat dan ketiga yang mencengangkan kami  semua,” kata manajer tim, Davide Brivio.

Rossi menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya harus berterima kasih kepada banyak orang untuk menolongku meraih kembali  posisi ini. Saya sangat gembira kami punya waktu istirahat cukup. Pasalnya, saya jadi punya waktu banyak untuk mempersiapkan tubuhku agar bisa tampil terbaik buat Brno yang saya sukai.”

“Trek ini sangat menguras ketahanan tubuhnya dan ia mengalami satu masa sulit pada akhir pekan tapi ia masih mampu memenangi   persaingan untuk masuk podium. Sungguh brilian,” Brivio melanjutkan. Lorennzo memenangi balapan dan musuh bebuyutan Rossi  asal Australia, Casey Stoner, menempati urutan kedua. Satu pekan lalu, pembalap tim Ducati itu yang menggagalkan usahanya  untuk merebut posisi ketiga dengan keberaninnya untuk menyalip pembalap Italia di putaran terakhir. Rossi mengatakan ia belajar dari kekalahan melawan Stoner di GP Jerman itu ketika menghadapi Dovizioso.

Lorenzo memantapkan posisi di puncak peringkat dengan tambahan 72 poin untuk mengoleksi nilai keseluruhan 210. Dani Pedrosa dari tim Honda yang gagal menyelesaikan lomba di Laguna ketinggalan jauh di urutan kedua dengan nilai 138. Dovizioso di urutan ketiga dengan angka 115. Stoner tepat di belakangnya dengan 103 dan baru Rossi di urutan kelima dengan 90. Masih ada  sembilan balapan lagi termasuk GP Malaysia 10 Oktober.

Di atas kertas sangat berat Rossi untuk mengejar ketertinggalan nilainya. Tapi, dari penampilan di GP Jerman dan Amerika itu, mengesankan bahwa “ia tidak tahu kata menyerah”. Dengan sepasang tongkat penyangga untuk menopang langkahnya ketika sedang tak duduk di atas motor dan sembari menahan sisa-sisa rasa nyeri di kaki, ia akan tetap tampil habis-habisan di  setiap trek sirkuit. [tempointeraktif]

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*


+ 1 = 9

noafgan.com