Tarian Tango yang diperagakan Gonzalo Higuain melawan Korea Selatan dalam pertandingan kedua Grup B Piala Dunia 2010, Kamis (17/6/2010), benar- benar indah dan fantastis. Bahkan, lebih indah dari sang pemain terbaik dunia Lionel Messi.
Pemain yang merumput Real Madrid itu membuat hattrick untuk membuat keunggulan Argentina 4-1 atas Korea Selatan. Dua gol Higuain dicetak di babak kedua, masing-masing menit 76 dan 80. Sedangkan gol pertama Higuan dicetak saat babak pertama di menit 26.
Di menit 76, Higuain menggetarkan jala Korea Selatan melalui tendangan kaki kananya setelah menerima umpan matang dari rekannya. Higuan semakin menunjukkan kemampuannya saat mencetak hattrick di menit 80 melalui tandukan yang bersarang di sisi kiri jala Sungryong.
Sepanjang babak kedua, tercatat beberapa kali serangan anak asuh Diego Maradona nyaris membuat jala gawang Korsel bergetar. Puncaknya saat satu serangan yang terkordinasi dengan rapi dan diakhiri sontekan Gonzalo Higuain di menit 52 hampir saja membuat suporter yang hadir di stadion bergemuruh. Beruntung, Sungryong tampil cukup gemilang dengan menepis sontekan Higuain.
Menit 53, giliran Teves dengan aksi solo run yang diakhiri sebuah tembakan keras ke arah gawang Korsel kembali ditepis Sungryong. Malahan, beberapa kali keasyikan menyerang, tim Tanggo harus membayar dengan kerja keras berlari ke barisan pertahanan akibat serangan balik ekstra cepat Ji Sung Park cs. Sayang, serangan balik anak-anak Korea untuk menyamakan kedudukan masih belum membuahkan hasil.
Menit ke 57, giliran pertahanan Argentina yang kembali terancam. Sayang, tendangan Yeom Ki Hon dari dalam kotak penalti masih menyimpang tipis di sisi kiri gawang Romero. Memasuki menit-menit akhir, skor masih bertahan 2:1 untuk keunggulan Argentina.
Di babak pertama, pemain Korsel masih mampu memberikan perlawanan terhadap Argentina.
Striker Korea Selatan,Chung Yong, berhasil memperkecil ketingggalan di menit-menit akhir babak pertama. Chung Yong yang berhasil merebut bola dari kaki bek Argentina, Demichelis, dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Romero.
Gol Chung Yong tercipta akibat blunder Demichels di jantung pertanahanan Argentina. Demichelis yang bermain-main di lini belakang tak mengira kehadiran Chung Yong dari belakang dan langsung merebut bola dari kakinya.
Sebelumnya, Argentina terlebih dahulu unggul 2-0. Gol Argentina dihasilkan oleh gol bunuh diri Sung Yeung dan Gonzalo higuain.
Terciptanya gol berawal dari tendangan bebas yang diambil Lionel Messi di sisi kiri luar kotak penalti Korea Selatan, pemain bertahan Sung Yeung yang bermaksud menghalau bola yang disontek Demichelis malah membuat laju si kulit bundar berbalik arah menuju gawangnya sendiri. Gol bunuh diri pemain bernomor punggung 16 tersebut merubah kedudukan sementara menjadi 1-0 untuk Argentina.
Menit ke 33, striker yang merumput di Real Madrid, Higuain, menggndakan keunggulan sementara Argentina menjadi 2-0 saat lolos dari perangkap offside. Higuain yang berdiri tanpa kawalan di sebelah kiri gawang Sung Ryong tanpa kesulitan berarti menyundul bola umpan silang ke gawang Korsel setelah menerima umpan silang dari sudut yang sama saat terciptanya gol pertama. Skor 2-0 untuk Argentina.
Hingga memasuki menit 25, pertandingan antara Korea Selatan melawan tim Tango Argentina masih berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim langsung tampil ofensif sejak peluit awal dibuntikan. Namun, gol baru tercipta memasuki menit ke 17 saat pemain bertahan, Yong Hyung, melakukan pelanggaran di luar kotak penalti Korsel.
Kedua tim yang sama sama mengantongi tiga angka di laga pertamanya sama-sama tampil trengginas. Argentina yang tampil dengan tenaga penuh langsung mengobrak abrik pertahanan Park Ji Sung dan kawan-kawan melalui serangan-serangan sporadis yang dimotori Teves dan Messi. Sayangnya, beberapa kali peluang mereka harus terbuang lantaran Korsel yang tampil sangat taktis langsung membuang jauh ke depan tiap kali menghadang laju serangan tim Tanggo.
Sementara itu, Korsel yang tak ingin lama-lama tertinggal akibat gol bunuh diri dan kecolongan satu gol lewat sundulan Higuain tersebut berusaha keras merobek barisan pertahanan Argentina. Memanfaatkan serangan balik, Ji Sung Cs tak pelak sering membuat Heinze dan kawan-kawan harus lebih waspada. (*)
SUSUNAN PEMAINArgentina: Romero (GK) 22, Demichelis 2, Heinze 6, Di Maria 7, Higuain 9, Messi 10, Tevez 11, Samuel 13, Mescherano (c) 14, Jonas 17, M Rodriguez 20Cadangan: Pozo, C Rodrigues, Burdisso, Bolatti, Veron, Garce, Otamendi, Kun Aguero, Palermo, D Milito, Andujar, Pastore
Pelatih: Diego MaradonaKorsel: Sungryong (GK) 18, Beomseok 2, Yonhyung 4, Jisung 7, Jung Woo 8, Young Pyo 12, Jung Soo 14, Sung Yeung 16, Chung Yong 17, Kihun 19
Cadangan: Won Jae, Hyung ll, Nam II, Bo Kyung, Jung Hwan, Seung Yeoul, Jae Sun, Dong Jin, Dong Gook, Young Kwang, Duri, Min Soo
Pelatih: Huh Jung Moo





