Tanda Daniel Meninggalkan Persib?

BANDUNG – Musim ini, Persib hanya nangkring di papan tengah. Sebuah prestasi yang jeblok bila dibandingkan dengan beberapa musim terakhir. Minus hasil pertandingan lawan Deltras – yang tidak mempengaruhi posisi Persib – memang menjadi catatan penting bagi Persib musim ini. Lantas, apakah ini menjadi akhir dari karir nahkoda Daniel Roekito?

Tanda-tanda bila pelatih asal Rembang ini akan meninggalkan Persib nampaknya sudah terlihat sejak dia melakukan foto bersama di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (14/6/2011). Kala itu Daniel bersama skuad Persib melakukan sesi foto sebelum memulai latihan pagi.
Era kepemimpinan Daniel memang belum diputuskan oleh manajemen Persib. Pelatih 59 tahun bahkan berkesempatan untuk memberikan evaluasi kepada Eka Ramdani dkk.

Semenjak memulai debut menangani Persib menghadapi Sriwijaya FC 12 Januari 2010, Maung Bandung – julukan Persib sudah menjalani 22 partai atau hanya berselang enam partai dari pelatih Jovo Cuckovic. Jovo pun sebetulnya menjadi suksesor Darko Janackovic yang belum diberikan sekali partai pun di pentas Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.

Hasilnya, ditangan Daniel Persib meraih 9 kemenangan. Hanya terpaut satu kemenangan atau delapan kali kalah. Sedangkan lima diantaranya berakhir imbang. Total sudah 32 poin selama ditukangi mantan juru taktik Persiba Balikpapan. Sebuah rapor yang belum terbilang membanggakan.

Soal nasibnya musim depan, Daniel mengaku tidak etis bila harus mengungumkannya saat ini. Baginya, kepentingan yang paling mendesak saat ini yakni membuat laporan evaluasi tim. Hal yang pernah dilakukannya di pertengahan musim.

“Saya akan membuat laporan apa adanya. Kalau bicara keinginan tidak etis di waktu sekarang. Silakan manajemen menilai. Saya juga harus menyadari kegagalan saya,” ujar Daniel.

Total sudah 7 bulan menangani Persib, Daniel telah membawa Persib dari peringkat 15 ke urutan 8 klasemen. Menurutnya, secara hasil memang belum memuaskan. Namun Daniel mampu meningkatkan kekompakan di dalam tim.

“Hubungan kami antar pemain bagus. Antar pelatih dan antara pemain dan pelatih. Waktu saya datang kan ada kelompok-kelompok. Itu bisa saya satukan,” terangnya.

Di musim ini, perjalanan Persib terbilang cukup kompleks. Mulai dari masalah profesionalitas, internal yang kurang sedap hingga gangguan non teknis. Di pertengahan musim terkuak bahwa keseriusan para pemain belum bisa sinergis. Dengan materi yang cukup menonjol seolah membuat pemain lupa daratan. Akhirnya kelompok-kelompok yang dimaksud Daniel teresebut terjadi di dalam skuad.

Justru hal yang sangat elegan dapat dilalui klub Semen Padang. Tim yang baru promosi musim ini setelah beberapa musim terakhir berkutat di Divisi Utama justru menunjukan hasil yang memuaskan dengan bersaing di papan atas. Dengan kebersahajaan, tim besutan Nil Maizar bahkan mampu menyodok ke urutan ke-2 di paruh musim.

Akankah Persib masih mempertahankan Daniel? Sekali lagi, manajemen belum melakukan apapun terkait masa depannya. Namun, Daniel memilih untuk menyadari karirnya di Persib tidak akan bertahan sampai musim depan. Daniel menyadari dia telah gagal. Laga terakhir Persib melawan Deltras, Minggu (19/6), diakui Daniel sebagai Pertandingan terakhirnya mengawal Persib.

“Ini pertandingan terakhir saya. Soal bursa pelatih juga sudah mulai ramai. Secara umum saya merasa saya gagal,” jelasnya.

Dengan demikian, waktunya manajemen memutuskan apakah akan mencari suksesor baru untuk menangani anak-anak Bandung di musim depan. Tentu dengan mengemban semangat demi mengangkat prestasi dan pembinaan.

sumber : TheJakartaHerald

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*

noafgan.com
promo iklan premium
[Close Ad]