Tag Archives: Meksiko

Hasil Piala Dunia – Giliran Jerman Tumbang

PORT ELIZABETH, DETIKPOS.net – Tim unggulan Piala Dunia 2010,Jerman, menyerah 0-1 kepada Serbia pada laga Grup D di Nelson Mandela Bay Stadium tadi malam. Kekalahan juara dunia tiga kali ini menyusul nasib serupa yang dialami tim-tim unggulan lain. Jerman tumbang oleh aksi Milan Jovanovic di menit ke-38. Dia meneruskan umpan Nikola Zigic yang menanduk bola silang Miloc Krasic.

Aksinya ini sekaligus memanfaatkan ketidakdisiplinan Jerman dalam bermain. Semenit sebelumnya, Der Panzer–– julukan Jerman––harus tampil dengan 10 pemain setelah Miroslav Klose diusir wasit Alberto Undiano Mallenco.Dia mendapatkan kartu kuning kedua setelah mengasari Dejan Stankovic. Bomber Bayern Muenchen tersebut menerima peringatan pertama di menit ke-12 setelah menjegal Branislav Ivanovic.“Wasit terlalu royal mengeluarkan kartu.

Banyak pelanggaran yang sebenarnya normal diganjar berlebihan olehnya,” ujar Pelatih Jerman Joachim Loew seperti dikutip Reuters. Kekalahan Jerman ini memperpanjang daftar tersungkurnya tim unggulan selama turnamen di Afrika Selatan.Kamis (17/6),Prancis dipermalukan Meksiko di Grup A dan juara Eropa Spanyol dibungkam Swiss pada Grup H, satu hari sebelumnya.Sementara juara bertahan Italia ditahan Paraguay 1-1, Senin (14/6),dan salah satu unggulan Inggris diimbangi AS lewat skor serupa,Sabtu (12/6).

Dampak terjegalnya tim asuhan Loew ini sekaligus membuat peluang mereka melaju ke babak 16 besar terancam.Tidak hanya itu, tempat Philipp Lahm dkk di puncak klasemen juga berpotensi disalip Ghana. Mengoleksi tiga poin seusai menghancurkan Australia 4-0, Minggu (13/6), Jerman memiliki selisih gol 4-1. Jerman cuma unggul produktif ketimbang Ghana (1-0) dan Serbia (1-1).

Artinya, Jerman akan lengser jika Ghana setidaknya mampu menahan Australia di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg,hari ini. Terlepas dari hasil di Royal Bafokeng, persaingan di Grup D pun menjadi ketat.Jerman kini terlibat pertempuran menentukan melawan Ghana di Soccer City, Johannesburg, Rabu (23/6).Adapun pertarungan Serbia dan Australia di Stadion Mbombela,Nelspruit,pada hari yang sama juga bisa menentukan nasib salah satu negara lolos ke perdelapan final.

“Saya yakin kami dapat melakukannya. Kami harus bersikap positif.Semua kini tergantung di tangan kami sendiri,” ungkap Arsitek Serbia Radomir Antic. Memulai pertandingan berbekal hasil impresif atas Australia, Der Panzer menghadapi Serbia dengan semangat. Mereka langsung menciptakan kesempatan pertama di menit ketujuh. Sayang, tendangan voli Lukas Podolski belum tepat sasaran. Mendapat serangan awal, Serbia yang ditaklukkan Ghana 0-1 di partai pertama langsung bangkit. Maklum, kalah di laga ini berarti tersingkir cepat.

Pasukan Radomir Antic mulai balik mengancam gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer hingga akhirnya berhasil mencetak gol pada menit 38 melalui Jovanovic. Di babak kedua, Jerman yang bermental pantang menyerah mencoba bangkit. Meski kekurangan satu pemain, juara dunia 1958, 1974, dan 1990 tersebut berhasil menekan pertahanan Beli Orlovi–– julukan Serbia––hingga memaksa Nemanja Vidic menggunakan tangan untuk menyentuh bola di area terlarang.

Namun, sayang, eksekusi Podolski mampu dimentahkan kiper Vladimir Stojkovic. “Biasanya tendangan penalti saya masuk. Tapi penjaga gawang melaksanakan tugasnya saya dengan bagus. Ini memang bukan hari saya,” kata Podolski. Kegagalan Podolski ini sekaligus mematahkan perjuangan Jerman.

Serbia balik mengontrol laga. Mereka bahkan bisa memperbesar keunggulan seandainya tendangan Jovanovic serta tandukan Zigic tidak membentur tiang dan mistar gawang. Hingga peluit panjang ditiup wasit Alberto Undiano asal Spanyol, kedudukan tetap tak berubah untuk kemenangan Serbia.

Laga Dramatis

Sementara itu, pada persaingan Grup C, drama berlangsung di Stadion Ellis Park, Johannesburg, saat Slovenia bermain 2-2 melawan Amerika Serikat (AS). Slovenia hampir menjadi negara pertama yang lolos ke babak 16 besar setelah memimpin 2-0 melalui Valter Birsa pada menit ke-13 dan Zlatan Ljubijankic (menit 42). Namun, secara dramatis, saat memasuki babak kedua AS sukses menyamakan kedudukan.

Gol pertama AS dicetak Landon Donovan pada menit ke-48 dan Michael Bradley menyamakan kedudukan pada menit ke-82. AS bahkan semestinya bisa unggul jika gol Maurice Edu tidak dianulir wasit Koman Coulibaly. Dengan hasil im-bang ini,Slovenia mengoleksi empat angka dari dua laga. Membuntuti mereka, AS dengan dua poin. Slovenia selanjutnya dijadwalkan bertemu Inggris pada Rabu (23/6) mendatang dan AS meladeni Aljazair pada hari yang sama.

Persaingan di Grup D pun akan semakin ketat bergantung hasil pertandingan Inggris melawan Aljazair, tadi malam. Jika berhasil mengatasi Aljazair, The Theree Lions bersama Slovenia dan AS akan berebut dua tiket menuju babak 16 besar.Dan laga terakhir Inggris melawan Slovenia akan menjadi penentuan. [si/ris]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

Sombrero Jinakan ‘Ayam Jantan’


Javier Hernandez menundukan Hugo Lloris/ Foto: Daylife 

Meksiko berjaya di laga kedua babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010. Menghadapi runner-up perhelatan empat tahun lalu, Prancis, mereka menang meyakinkan 2-0, Jum’at (18/6/2010).

Pertandingan sendiri berjalan alot sejak awal. Meskipun berhasil menciptakan beberapa peluang, pada babak pertama keduanya gagal menghasilkan gol.

Ancaman pertama datang dari kubu Meksiko ketika laga baru berjalan tujuh menit. Berawal dari umpan cantik Rafael Marquez, Carlos Vela yang sudah menunggu di dalam tengah menyambar bola yang sayanganya masih melambung tinggi di atas mistar gawang.

Hanya empat menit berselang, pasukan Sombrero kembali mengancam gawang Hugo Lloris. Kali ini lewat sepakan Guillermo Franco, namun lagi-lagi melebar.

Prancis baru bisa membalas pada menit ke-13. Sebuah tendangan bebas Franck Ribery dari luar kotak penalti melesat diatas barisan pertahanan Meksiko, namun sial tidak ada satupun pemain yang menyambutnya.

Pada menit ke-26, berawal dari kesalahan William Gallas, Carlos Salcido berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Namun kembali bisa diantisipasi Lloris. Hasil kacamata sendiri bertahan hingga turun minum.

Babak kedua dibuka, Prancis mencoba bermain lebih ngotot. Alhasil, mereka mampu menghasilkan sebuah peluang lewat kaki Florent Malouda. Winger Chelsea itu melepaskan tenangan dari jarak jauh, namun sial masih bisa dimentahkan oleh Oscar Perez.

Perez kembali dibuat jatuh bangun oleh Prancis pada menit ke-55. Ribery meluncurkan tendangan dari sudut sempit.

Kebuntuan sendiri baru bisa pecah pada menit ke-63. Javier Hernandez yang menerima umpan lambung Maquez berhasil lolos dari jebakan off-side dan tanpa kesulitan mengecoh Lloris untuk selanjutnya menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang. 1-0 Meksiko unggul.

Gol rekrutan anyar Manchester United tersebut meruntuhkan mental Prancis. Permainan mereka menjadi berantakan dan sering melakukan kesalahan sendiri.

Petaka bagi anak-anak asuh Raymond Domenech kembali hadir di menit ke-79. Pablo Barrera yang berhasil menembus sisi kiri kotak penalti Prancis, tiba-tiba diganjar tekel Eric Abidal sehingga wasit langsung menunjuk titik putih. Cuacthemoc Blanco ditunjuk menjadi algojo. Striker senior El Tri itu tanpa kesulitan menjebol gawang Lloris untuk kali kedua.

Sudah unggul dua gol, Meksiko menolak mengendurkan serangan. Sayangnya hingga peluit panjang berbunyi mereka masih belum bisa menambah lesakan, begitu juga dengan Prancis.

Hasil ini menjadikan Meksiko semakin duduk di posisi kedua klasemen sementara dengan mengumpulkan empat poin dan hanya terpaut selisih gol dengan Uruguay. Sementara untuk Prancis, ini secara otomatis mempersempit peluang mereka lolos ke babak selanjutnya.

Susunan pemain: Prancis: 1-Hugo Lloris; 2-Bacary Sagna, 3-Eric Abidal, 5-William Gallas, 13-Patrice 21-Nicolas Anelka.Evra; 14-Jeremy Toulalan, 19-Abou Diaby; 15-Florent Malouda, 7-Franck Ribery, 10-Sidney Govou;.

Meksiko: 1-Oscar Perez; 16-Efrain Juarez, 4-Rafael Marquez, 2-Francisco Rodriguez, 3-Carlos Salcido, 6-Gerardo Torrado, 15-Hector Moreno, 5-Ricardo Osorio, 17-Giovani Dos Santos, 9-Guillermo Franco, 11-Carlos Vela.


Domenech Kehabisan Kata-Kata


Raymond Domenech/ Foti: Reuters


Raymond Domenech hanya bisa menundukan kepalanya ketika dicecar pertanyaan terkait kekalahan Prancis dari Meksiko di laga kedua babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010.

Les Bleus dilibas El Tri dengan skor meyakinkan 2-0. Hasil itu tentunya membuat runner-up perhelatan empat tahun lalu terpojok dan berpeluang besar gagal lolos ke babak berikut.

Diminta penjelasan oleh wartawan usai pertandingan di Peter Mokaba Stadium, Domenech tidak bisa banyak berujar. Sang pelatih sendiri mengaku bingung melihat penampilan Patrice Evra dkk.

“Saya tidak punya penjelasan. Ini hasil yang sangat mengecewakan,” seru Domenech.

“Jika saya tahu masalahnya, maka saya mungkin bisa mencari solusi. Sama seperti penonton, saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada pemain,” pungkasnya seperti dikutip Goal, Jum’at

Hasil Piala Dunia – Meksiko Bikin Perancis di Ujung Tanduk

POLOKWANE, DETIKPOS.net – Meksiko selangkah lebih dekat menuju putaran kedua Piala Dunia 2010, setelah menuai poin penuh atas Perancis. Pada laga kedua penyisihan Grup A di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, Jumat (18/6/10), “tim Sombrero” menang 2-0.

Dua striker pengganti, Javier Hernandez dan Cuauhtemoc Blanco, menjadi bintang Meksiko dalam laga krusial tersebut. Mereka masing-masing menyumbang gol pada menit ke-62 dan 77, yang membuat Meksiko hampir pasti maju ke babak 16 besar.

Sedangkan bagi Perancis, kekalahan ini membuat posisi mereka berada di ujung tanduk. “Les Blues” saat ini menghuni peringkat tiga klasemen sementara dengan poin satu, di bawah Uruguay dan Meksiko, yang sama-sama mengumpulkan empat poin.

Dengan demikian, laga terakhir akan menjadi sangat penting bagi semua tim di grup ini, untuk memperebutkan dua tiket menuju fase knock-out. Meksiko dan Uruguay, yang akan saling “membunuh” pada 22 Juni nanti, memiliki kans lebih bagus, karena mereka hanya perlu bermain imbang untuk menyingkirkan “Les Bleus” dan tuan rumah Afrika Selatan.

Namun bagi Perancis, laga pamungkas melawan tuan rumah Afsel–yang juga memiliki poin satu–pada hari yang sama, merupakan pertarungan hidup-mati. Hasil imbang, apalagi kalah, membuat William Gallas dan kawan-kawan harus langsung angkat koper untuk pulang ke negaranya.

Meksiko membuka laga ini dengan permainan agresif. Alhasil, hanya dua menit saja mereka telah membahayakan gawang Perancis. Tetapi, Giovani Dos Santos terjebak offiside ketika menerima umpan terobosan.

Tak ingin terus menjadi target serangan, Perancis pun bangkit. Dimotori Franck Ribery dan Florent Malouda, tim “Ayam Jantan” ini pun balik menekan, meskipun mereka sangat kesulitan melewati barisan pertahanan Meksiko yang tampil sangat disiplin di awal pertandingan.

Duel berlangsung dalam tempo yang cenderung cepat. Tuntutan meraih kemenangan untuk menguak harapan lolos ke babak 16 besar, membuat kedua tim, yang pada laga perdana hanya menuai hasil imbang, sama-sama mengambil inisiatif menyerang, setiap kali menguasai bola.

Menit ke-27, Meksiko kembali mengancam gawang Perancis. Kali ini bek Carlos Salcido berhasil melakukan penetrasi hingga ke dalam kotak penalti, setelah memperdayai Bacary Sagna dan William Gallas. Perancis beruntung, tendangan lurus Salcido dari sisi kiri bisa ditepis kiper Hugo Lloris, sehingga skor pertandingan tidak berubah, tetap 0-0.

Saat usia pertandingan setengah jam, Meksiko menghentak lagi. Satu menit menjejakkan kaki di lapangan, setelah menggantikan Carlos Vela, gelandang Pablo Barrera mendapat peluang untuk menjebol gawang “Les Bleus”. Tetapi sundulannya menyambut umpan silang dari sayap kiri tidak terlalu sempurna. Meskipun kepalanya lebih cepat dari sergapan Lloris, tetapi bola sundulannya melenceng jauh ke sisi kanan gawang. Hingga babak pertama usai, tak satu gol pun yang tercipta.

Memasuki babak kedua, irama permainan tak berubah. Kedua tim tetap memperlihatkan agresivitas mereka. Dan, Perancis mendapat peluang pada menit ke-53 melalui Florent Malouda, yang melepaskan tembakan dari depan kotak penalti. Tetapi kiper Oscar Perez sangat sigap sehingga bisa mengantisipasi dengan menepis keluar si kulit bundar.

Menit ke-62, Meksiko membuat stadion bergemuruh oleh pekikan dan sorakan suporternya. Hernandez, yang masuk menggantikan Efrain Juarez pada menit ke-55, berhasil memecah kebuntuan. Lolos dari jebakan offside, striker bernomor punggung 14 ini dengan tenang mengontrol bola umpan terobosan, kemudian melewati Lloris sebelum menceploskan bola ke gawang yang tidak terkawal lagi. 1-0 untuk Meksiko.

Hanya berselang 15 menit, petaka kembali menimpa “Ayam Jantan”. Eric Abidal melakukan pelanggaran kepada Pablo Barrera yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, sehingga wasit pun memberika hukuman tendangan penalti.

Striker veteran Cuauhtemoc Blanco yang menjadi eksekutor dengan sempurna menjalankan tugasnya. Mengambil ancang-ancang dari jauh, Blanco menempatkan bola ke pojok kanan bawah. Sebenarnya Lloris mampu membaca arah bola, tetapi dia tidak sanggup membendung si kulit bundar yang meluncur deras. 2-0 untuk Meksiko.

Keunggulan ini membuat Meksiko mulai kurang bernafsu untuk menyerang. Mereka lebih banyak bertahan untuk mengamankan kemenangan. Benar saja, sampai pertandingan usai, skor tetap 2-0.

- Susunan pemain

Perancis: 1-Hugo Lloris; 3-Eric Abidal, 5-William Gallas, 13-Patrice Evra, 2-Bacary Sagna; 19-Abou Diaby, 14-Jeremy Toulalan, 7-Franck Ribery; 21-Nicolas Anelka (11-Andre-Pierre Gignac 46′), 15-Florent Malouda, 10-Sydney Govou.

Meksiko: 1-Oscar Perez; 2-Francisco Rodriguez, 5-Ricardo Osorio, 3-Carlos Salcido, 15-Hector Moreno; 4-Rafael Marquez, 6-Gerardo Torrado, 16-Efrain Juarez (14-Javier Hernandez 55′); 11-Carlos Vela (7-Pablo Barrera 31′), 9-Guillermo Franco (10-Cuauhtemoc Blanco 62′), 17-Giovani Dos Santos.
[kmp/ris]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

Ciudad Juarez Kota Paling Mematikan Di Dunia

Kota Ciudad Juarez adalah sebuah kota yang terletak di negara Mexico, Perbatasan Meksiko dengan Amerika Serikat (AS), Ciudad Juarez, tercatat sebegai kota dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Kota yang sarat dengan perdagangan narkoba dan konflik antargeng ini, memiliki rata-rata 130 pembunuhan per 100 ribu penduduk.
Hal itu disampaikan oleh salah satu organisasi non-pemerintah Meksico, Citizen’s Council for Public Security (CCSP), dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Kamis (27/8/2009). CCSP mendasarkan laporannya tersebut atas berita di media dan laporan FBI kepada pemerintah AS.
Di Ciudad Juarez tercatat sebanyak 1.362 orang tewas dibunuh sepanjang tahun ini hingga 21 Agustus. Jumlah ini terus meningkat karena konflik antar kartel narkotika dalam memperebutkan jalur perdagangan narkoba ke AS terus berlanjut. Penerjunan 8.500 tentara di kota perbatasan ini terbukti gagal dalam meredam konflik yang terus terjadi.

Posisi Juarez disusul oleh Caracas, Venezuela, dengan rata-rata 96 pembunuhan per 100 ribu penduduk. Pada September tahun 2008 lalu, Caracas dinobatkan sebagai kota pusat pembunuhan di dunia oleh majalah Foreign Policy, dengan rata-rata 130 pembunuhan per 100 ribu penduduk.

Selanjutnya menyusul New Orleans, AS, dengan rata-rata 95 pembunuhan per 100 ribu penduduk. Kemudian Tijuana yang juga merupakan kota perbatasan Meksiko-AS berada di peringkat ke-4 dengan rata-rata 73 pembunuhan per 100 ribu penduduk.

Sementara itu, Cape Town, Afrika Selatan, berada di peringkat ke-5 dengan 62 pembunuhan per 100 ribu penduduk. Lalu Baltimore, salah satu kota pantai timur AS, menduduki peringkat ke-8 dengan rata-rata 45 pembunuhan per 100 penduduk.

Sedangkan kota Baghdad, Irak, juga masuk dalam daftar, dengan menduduki peringkat ke-10 yang memiliki rata-rata 40 pembunuhan per 100 ribu penduduk


Berikut Foto-foto Peristiwa yang terjadi di kota Ciudad Juarez :

Mayat Udah Biasa berserakan dikota ini

Setiap Hari pasti ada Konflik disini

ada aja yang mati tiap hari :(

Mayat dimana-mana keknya nyawa manusia nga berharga disana

Susah dah kalo udah perang antar gank narkoba

Pemandangan orang tewas udah biasa kali ya disana

Di Supermarket aja ditembak :(

DP bangat

DP yang nga kuat jangan masuk

Contoh siksaan nya :(


sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4291452

Hasil Piala Dunia 2010 – Fans Pesimistis Afsel ke 16 Besar

PRETORIA, KoranBaru.com – Kekalahan menyesakkan 0-3 dari Uruguay membuat kans tuan rumah Afrika Selatan untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010 menjadi sangat tipis. Meski semua kemungkinan masih bisa terjadi, namun barisan suporter Bafana Bafana sudah telanjur pesimistis dengan peluang Aaron Mokoena dan kawan-kawan untuk lolos dari Grup A. Meski masih ada yang optimistis, namun hanya sebagian kecil saja.

“Peluang kami tinggal 30 persen saja, kami hanya bisa berharap tim lain terpeleset. Ini tentu sangat menyesakkan karena tergantung pada tim lain adalah hal yang kurang lazim untuk tuan rumah,” ucap Chris, seorang suporter yang terlihat berwajah lesu begitu tim kesayangannya digasakan Uruguay tiga gol tanpa balas.

Sebagian suporter menyebut, langkah timnas Afsel akan terhenti saat berhadapan dengan Perancis. Kualitas permainan pasukan Carlos Alberto Parreira dinilai tak sepadan dengan persona individu tim “Ayam Jantan”.

“Seharusnya peluang terbaik kami untuk menuai kemenangan ada di dua partai awal, tapi kini semua sudah terjadi, dan tinggal berharap hasil seri antara Perancis kontra Meksiko, untuk kemudian bekerja keras di laga terakhir,” imbuh suporter keturunan India ini. [KMP/RIS]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

Hasil Pertandingan Afrika Selatan vs Uruguay: Afsel Kalah Telak 3-0 Atas Uruguay

BeritaSepakBola. Tuan rumah Afrika Selatan dipermalukan Uruguay pada lanjutan pertandingan di grup A Piala Dunia 2010. Uruguay mampu memenangkan pertandingan dengan skor telak 3-0.

Bertanding di Loftus Versfeld Stadium, Kamis 17 Juni 2010, Afrika Selatan mampu lebih dahulu mengancam melalui tendangan bebas pada menit ke 3. Namun mampu dibalas oleh Uruguay dengan cara yang sama selang beberapa menit kemudian.

Permainan Uruguay kali ini benar-benar membuat fan Afrika Selatan sangatwas-was, sebab para pemain Uruguay lebih agresif dalam menyerang.

Petaka itu akhirnya datang juga pada menit ke 23, sebuah tendangan keras Diego Forlan berhasil menjebol gawang Afrika Selatan yang dikawal Itumeleng Khune.

Dibabak kedua, Uruguay masih mengendalikan permainan. Serangan Uruguay terus dilancarkan melalui umpan-umpan dari sayap ke mulut gawang Afrika Selatan.

Akibat terus diserang, penjaga gawang Itumeleng Khune melakukan pelanggaran keras terhadap Luis Suarez, dan parahnya kiper Afrika Selatan itu diganjar kartu merah oleh wasit. Wasit juga memberi hadiah pinalti kepada Uruguay, dan Forlan yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, 2-0 buat keunggulan uruguay.

Usai gol tersebut tampak para pendukung Afsel mulai meninggalkan stadion. Sementara Uruguay masih terus menekan mencoba memanfaatkan kelebihan pemain mereka.

Hanya bermain dengan 10 orang, Afrika Selatan tidak dapat berbuat banyak untuk mengjar ketinggaln. Alih-alih mengejar ketinggalan, pada menit 90 Uruguay menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui Alvaro Pereira yang memanfaatkan umpan dari Suarez. Dan tak lama kemudian, wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Dengan kemenangan ini, maka Uruguay berhasil memuncaki Grup A dengan torehan empat poin. Tim besutan Oscar Tabarez hanya butuh hasil imbang di laga terakhir kontra Meksiko untuk lolos ke babak 16 besar.

Sedang bagi Afsel, kekalahan ini semakin membuat peluang mereka semakin tipis. Afsel akan menghadapi Prancis di laga terakhir grup A.

Man of the Match pertandingan Afrika Selatan vs Uruguay: Diego Forlan (Uruguay)

Berikut kami tampilkan video pertandingan Afrika Selatan vs Uruguay:


Susunan Pemain:

Afrika Selatan: 16-Itumeleng Khune; 2-Siboniso Gaxa, 3-Tsepo Masilela, 20-Bongani Khumalo, 4-Aaron Mokoena; 12-Reneilwe Letsholonyane (19-Surprise Moriri 57), 13-Kagisho Dikgacoi, 10-Steven Pienaar (1-Moeneeb Josephs 79), 11-Teko Modise, 8-Siphiwe Tshabalala; 9-Katlego Mphela.

Uruguay: 1-Fernando Muslera; 2-Diego Lugano, 3-Diego Godin, 4-Jorge Fucile (20-Alvaro Fernandez 71), 16-Maximiliano Pereira, 15-Diego Perez (5-Walter Gargano 90), 17-Egidio Arevalo, 7-Edinson Cavani (21-Sebastian Fernandez 89), 11-Alvaro Pereira, 9-Luis Suarez, 10-Diego Forlan.

Zidane Kritik Perancis

Zinedine Zidane Kegagalan Prancis meraih poin penuh di laga pembukanya mengundang keraguan publik terhadap kesiapan Les Bleus di turnamen kali ini.

Bahkan, Zinedine Zidane pun ikut mengeluarkan kritik tajam.

Pertarungan antara kedua mantan juara dunia yang digelar di Stadion Green Point di Cape Town, Sabtu (12/6/2010) dinihari WIB, itu, berlangsung datar dan cenderung membosankan. Lebih diunggulkan, dan melawan Uruguay yang cenderung bertahan, Prancis hanya meraih hasil seri.
Zidane mengkritik Raymond Domenech yang disebutnya seperti bukan pelatih sehingga tidak ada teamwork diantara pemain saat pertandingan Sabtu (12/06/2010). Namun, sang mantan kapten menilai ada sedikit harapan untuk perbaikan Evra dkk.
“Para pemain harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan menyingkirkan ego masing-masing jika tim ingin mencapai hasil maksimal,” ujarnya saat berbicara di Canal Plus TV seperti dilansir oleh Yahoo.
Zidane mencetak dua gol kemenangan pada final Piala Dunia 1998 dan juga membawa Prancis melaju hingga final Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya ditaklukkan Italia. Karirnya berakhir dengan insiden ‘tandukan’ kepala ke dada Materazzi di final 2006.
Prancis selanjutnya akan berhadapan dengan Meksiko di Polokwane pada hari Jumat (18/6/2010) WIB. Prancis harus memastikan memetik poin penuh agar tetap bisa meraih tiket lolos grup dan maju ke 16 besar.
detik

Matador Penakut ini Lari Terbirit-Birit dikejar Banteng

Bull_attacks_matador.jpgProfesi sebagai seorang matador benar-benar membutuhkan pengorbanan. Tak hanya bertaruh nyawa melawan binatang buas, profesi ini mewajibkan seseorang bertarung dan tak boleh lari dari banteng yang mengamuk. Bila lari, si matador akan berurusan dengan pihak yang berwajib.

Peristiwa tersebut terjadi pada adu banteng di Plaza Mexico, Meksiko, Minggu (13/6/2010). Di sana sang matador lari terbirit-birit dikejar banteng.

Matador penakut itu bernama Christian Hernandez, dan dia ditangkap polisi pada Senin (14/6/2010) karena dianggap melanggar kontrak. Ya, seharusnya Hernandez menyajikan tontonan keberanian, bukannya lawakan.

“Ada beberapa hal yang harus kamu sadari dari diri kamu sendiri sebelum menerima pekerjaan. Saya tidak punya kemampuan ini, saya tidak punya keberanian, dan ini bukan bidang saya,” kata mantan matador berusia 22 tahun itu saat diwawancara televisi.

Pada adu banteng itu, Hernandez bukannya menggunakan jubah merahnya untuk mempermainkan banteng, tapi malah balik badan dan berlari dengan banteng mengejar di belakang. Kemudian Hernandez melompat ke tempat aman dengan kepala duluan melewati dinding. Penonton pun mengolok-oloknya. (Warkot)