Tag Archives: Kim Young

Korsel Tolak Berunding dengan Korut

Kapal Perang Cheonan biang keteganganKorea Selatan (Korsel) kemarin menolak proposal Korea Utara (Korut) untuk menggelar perundingan militer secara langsung terkait tenggelamnya Kapal Cheonan.

Penolakan Seoul itu semakin mempertegang situasi di semenanjung Korea. Langkah Seoul itu juga memperkuat pendirian mereka yang memberikan sikap tegas, termasuk penghentian semua kerja sama ekonomi dan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa (DK PBB) untuk menghukum Korut.

Sebelumnya Pyongyang mengungkapkan perundingan itu akan dilakukan di bawah gencatan senjata yang mengakhiri peperangan kedua Korea pada 1950-1953.
“Pemerintah Korsel seharusnya fokus pada diskusi di DK PBB,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Kim Young-sun.Pernyataan itu sebagai respons atas tawaran baru dari Korut untuk menggelar perundingan antar-Korea dalam konteks tenggelamnya Cheonan.

“Lebih layaknya menggelar perundingan tingkat umum antara Komando PBB dengan militer Korut dan dengan pembahasan dalam kerangka kesepakatan gencatan senjata,” imbuhnya.
Korut sendiri menolak untuk berundingan dengan Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Korsel. Korut mengirimkan surat,Selasa (29/6),kepada delegasi Meksiko yang menjadi presiden DK PBB.

Surat itu berisi usulan perundingan militer dengan Seoul dan menyarankan DK mendukung Pyongyan untuk melaksanakan penyi-dikan sendiri.

Sebelumnya Korsel menolak usulan Korut untuk mengirimkan penyidiknya dalam rangka investasi tenggelamnya Kapal Cheonan. Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young mengatakan pada bulan lalu,usulan penyidikan dari Korut itu seperti maling atau pembunuh yang akan menyelidiki kejahatan yang dilakukannya sendiri.

Sementara itu,Korsel kemarin memvonis masing-masing 10 tahun penjara terhadap dua agen Korut yang mengaku sebagai pembelot dari negara komunis itu dalam usaha untuk membunuh seorang pejabat penting yang membelot.
“Para terhukum mengakui semua tuduhan dan kesaksian dari para pembelot lain dan mantan agenagen memverifikasikan pernyataan- pernyataan mereka,” kata hakim senior Cho Han-chang.

“Seandainya para terhukum berhasil menetap di sini, mereka akan menimbulkan ancaman sangat serius bagi nyawa Hwang,” ungkap Cho.
Para agen yang divonis itu tampak diborgol dan mengenakan seragam penjara. Mereka tetap tenang ketika vonis itu dibacakan hakim. Korut membantah terlibat dalam usaha pembunuhan terhadap Hwang Jang-yop.

Pyongyang balik menuduh Seoul membuat cerita itu untuk meningkatkan ketegangan antara kedua negara bertetangga itu.Hwang,arsitek ideologi “juche” (paham mengenai berdiri di atas kaki sendiri rezim Pyongyang), pernah menjadi sekretaris Partai Pekerja yang memerintah dan tutor pemimpin Korut sekarang, Kim Jong-il.
Hwang membelot pada 1997 sewaktu mengunjungi Beijing.Dia merupakan pejabat paling tinggi yang melarikan diri dari negara komunis itu.

Kini dia tinggal di bawah penjagaan aparat keamanan di satu tempat yang diraha-siakan di Korsel.Hakim Cho mengatakan pembelotan Hwang menandakan supremasi sistem Korsel atas Korut yang komunis dan pembunuhan terhadapnya akan merusak tata demokrasi negara itu. Kedua terhukum,yang masingmasing berusia 36 tahun,mengaku bernama Kim dan Tong.

Mereka bergabung dalam Partai Komunis Korut pada 1998 dan dipilih sebagai agen-agen pada 2004.Pada November 2009 mereka menerima perintah langsung dari Kepala Intelijen Korut Kim Yong-choi untuk membunuh Hwang. Kedua terhukum itu tiba di Korsel Januari tahun ini.

Mereka menyamar sebagai pembelot. Malang tak bisa ditolak, identitasidentitas palsu mereka kemudian terungkap dalam pemeriksaan rutin oleh para aparat intelijen Korsel.

Hakim Cho,mengatakan para terhukum lahir di sebuah negara komunis dan dipilih untuk dilatih sebagai agen-agen karena itu tidak memiliki pilihan lain kecuali harus mengikuti perintah-perintah.
“Setelah identitas-identitas asli mereka terungkap, para terdakwa itu mengakui mereka adalah agen dan mulai membantu pemeriksaan itu,”ujar Cho.

“Mengharapkan para terdakwa itu akan menerima dan menyetujui sistem demokrasi Korsel dan akan menetap di sini apabila mereka menyelesaikan masa hukuman di penjara,”imbuhnya.

Kemudian para jaksa mengatakan pemalsuan-pemalsuan tempat kelahiran, kampung halaman, dan latar belakang pendidikan mereka terungkap secara jelas melalui pemeriksaan silang dan dari kesaksian para pembelot murni.Para jaksa menuntut mereka dihukum masing- masing 15 tahun penjara. [okezone]

Kim Juara Seri Ketiga Taklukkan Krotiouk

TEGAL, Kompas.com – Petenis unggulan pertama asal Korsel Kim Young-Jun tampil sebagai juara  Tegal Men’s Futures International Tennis Tournament setelah mengalahkan unggulan kedelapan dari Rusia, Sergei Krotiouk.

Pada pertandingan babak final di lapangan tenis kompleks GOR Wisanggeni, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (20/6) Kim menang telak 6-1, 6-2

Bertanding di hadapan sekitar 200 penonton di Lapangan Tengah, Kim, peringkat 307 dunia, tampil nyaris sempurna menekan habis Krotiouk, peringkat 570, sejak set pertama. Servis keras Kim dan bola-bola  back hand slice-nya yang tajam sulit diantisipasi Krotiouk. Sebaliknya Krotiouk tampil seperti antiklimaks. Penampilan Krotiouk pada babak final kali ini tidak sebagus pada pertandingan babak-babak sebelumnya.

Namun Kritiouk menyatakan dia mencoba tampil seperti biasa. “Kim main lebih bagus ketimbang saya dan harus saya akui saya kalah. Saya mencoba menyerang backhand-nya sepanjang pertandingan, karena titik lemah dia di situ, tetapi ternyata backhand slice-nya sangat tajam dan bagus,” tutur Krotiouk.

Meskipun kalah Krotiouk menyatakan tetap senang. Petenis Rusia ini pada seri sebelumnya di Tarakan, Kalimantan Timur, minggu lalu, rontok di babak pertama dikalahkan petenis Indonesia, Elbert Sie,6-0, 6-4. Selain ikut bermain Krotiouk juga merupakan pelatih petenis  India, Christopher Marquiz, yang juga mengikuti tiga seri turnamen ini di Bandung, Tarakan, dan Tegal.

Sementara Kim menyatakan, pada babak final ini dia tampil seperti biasa. Dia mengaku pada set kedua sudah sangat lelah, namun terus mencoba menyelesaikan pertandingan dengan meraih kemenangan. “Udara di sini sangat panas dan ini membuat saya cepat lelah. Permainan saya dari hari ke hari terus membaik,” kata Kim yang juga juara pada seri pertama turnamen ini di Bandung dua minggu lalu.

Ditambahkan oleh Kim bahwa hari Senin (21/6) dia akan tampil pada turnamen men’s futures di Kuala Lumpur, Malaysia. Seusai turnamen di Kuala Lumpur, Kim akan tampil memperkuat  tim tenis Korsel menghadapi regu Uzbekistan pada  penyisihan Grup I  zona Asia-Oceania Kejuaraan Tenis Beregu Putra Piala Davis.

Kim juga mengaku senang dapat tampil pada turnamen di Indonesia. Dia berharap dapat tampil kembali tahun depan. “Akan lebih baik lagi bagi saya kalau di sini digelar turnamen Challanger (setingkat di atas turnamen futures),” tutur Kim.

Secara umum tiga seri turnamen men’s futures 2010 yang digelar Sportama itu dapat dikatakan sukses dari segi penyelenggaraan maupun prestasi. Dari segi penyelenggaraan tidak ada kendala berarti dan semua pertandingan dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Dari segi prestasi hasil yang dicapai para petenis Indonesia cukup bagus.

Pada seri pertama di Bandung, 30 Mei-6 Juni petenis Indonesia Christoper Rungkat olos hingga babak semifinal nomor tunggal dan Elbert Sie sampai babak ketiga tunggal  serta final nomor ganda.

Pada seri kedua di Tarakan Kaltim, 6-13 Juni, Christo menjadi juara nomor tunggal. Tiga petenis Indonesia lainnya, yaitu Elbert, Sunu Wahyu Trijati, dan Ketut Nesa Artha menapak hingga babak kedua. Elbert Sie sayangnya mendadak sakit sehingga kalah WO di babak kedua. Sunu dan Nesa kemudian juga kalah di babak kedua.

Pada seri ketiga Christo hanya sampai babak kedua nomor tunggal, namun juara di nomor ganda bersama petenis AS, Nathan Thompson. Empat petenis Indonesia lainnya, Sunu, David Agung Susanto, Nesa Artha, Prima Simpatiaji, dan Aditya Hari Sasongko kandas di babak pertama. Aditya lolos ke babak utama melalui babak kualifikasi, sementara Sunu, Prima, Davis, dan Nesa memperoleh wild card atau hak istimewa langsung masuk babak utama tanpa melalui kualifikasi.

Menurut Direktur Turnamen yang juga mantan pemain nasional, Teddy Tadjung, prestasi petenis Indonesia itu cukup menggembirakan. Menurut banyak manfaat dan pengalaman berharga yang dapat dipetik dari tiga seri turnamen ini. Paling tidak kepercayaan diri petenis Indonesia meningkat. Hal ini sangat bermanfaat menjelang pertandingan Indonesia melawan regu Thailand pada kejuaraan tenis beregu putra Piala Davis menghadapi Thailand di Jakarta, 9-11 Juli (/*)

Christo Melaju ke Semifinal

BANDUNG, KOMPAS.com – Petenis Indonesia, Christopher Rungkat sukses melaju ke babak semifinal setelah sukses membungkam Dane Propoggia dari Australia dalam Oneject International Tennis Tournament dengan kemenangan dua set langsung 6-3, 7-5.

Ditemui usai pertandingan, Christopher mengaku bisa memanfaatkan kelemahan Dane dalam return serve untuk membangun kemenangan. Untuk laga berikutnya, Christopher akan menghadapi unggulan pertama nomor tunggal Kim Young-Jun dari Korea yang menempati peringkat nomor 309. “Tapi di lapangan, peringkat bukan harga mati,” ujarnya.

Dane sendiri mengakui kekalahannya akibat permainan lawan yang lebih baik. Dia kandas di nomor tunggal maupun ganda dan berencana untuk mengikuti seri selanjutnya di Tarakan.

Rungkat Melaju ke Semifinal

BANDUNG, KOMPAS.com – Petenis Indonesia, Christopher Rungkat sukses melaju ke babak semifinal setelah sukses membungkam Dane Propoggia dari Australia dalam Oneject International Tennis Tournament dengan kemenangan dua set langsung 6-3, 7-5.

Ditemui usai pertandingan, Christopher mengaku bisa memanfaatkan kelemahan Dane dalam return serve untuk membangun kemenangan. Untuk laga berikutnya, Christopher akan menghadapi unggulan pertama nomor tunggal Kim Young-Jun dari Korea yang menempati peringkat nomor 309. “Tapi di lapangan, peringkat bukan harga mati,” ujarnya.

Dane sendiri mengakui kekalahannya akibat permainan lawan yang lebih baik. Dia kandas di nomor tunggal maupun ganda dan berencana untuk mengikuti seri selanjutnya di Tarakan.

Young-Jun dan Thompson ke Semifinal

BANDUNG, KOMPAS.com – Petenis asal Korea Selatan, Kim Young-Jun dan Nathan Thompson dari Amerika Serikat memastikan diri dalam babak semifinal Okeshop Oneject ITF Men Futures di Siliwangi Tennis Indoor, Jumat (4/6/2010).

Young-Jun menundukkan Tucker Vorster dari Afrika Selatan dalam dua set 7-6 (5), 6-3. Tucker sebelumnya menundukkan petenis dengan peringkat tertinggi dalam babak kualifikasi, Mark Verryth.

Sementara itu, Thompson berhasil mengalahkan Weerapat Doakmaiklee dari Thailand dengan kemenangan dua set langsung 6-4, 6-3. Untuk hari ini, hanya diagendakan empat pertandingan untuk mencari pemain yang lolos ke babak semifinal.

Hingga berita diturunkan, dua pertandingan akhir tengah berlangsung yaitu An Jae-Sung menghadapi Choi Dong Whee serta Dane Propoggia melawan petenis Indonesia, Christoper Rungkat.

Ujian Pertama Petenis Indonesia

JAKARTA - Petenis terbaik putra Indonesia akan menjalani laga pertama turnamen tenis Okeshop Oneject Men’s Future 2010. Mereka langsung bertemu lawan berat dari mancanegara di lapangan tenis indoor Siliwangi, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (1/6/2010).

Elbert Sie, misalnya. Petenis peringkat 1.327 ATP itu akan menghadapi lawan sepadan dari India Kaza Vinayak Sharma (1.407). Elbert optimistis akan meraih hasil positif di laga pertamanya tersebut.

Optimisme petenis Jabar itu lantaran dirinya tak canggung bermain di turnamen tenis level future. “Saya sudah terbiasa menghadapi persaingan di turnamen seperti itu. Saya yakin akan tampil maksimal, apalagi tak ada masalah dengan kondisi fisik menjelang pertandingan,” ungkapnya.

Kepercayaan tinggi juga dilontarkan petenis Indonesia lainnya, David Agung Susanto yang akan bertemu petenis Korea Selatan (Korsel) Choi Dong-whee di babak pertama. David sesumbar akan membekuk peringkat 1.739 ATP itu meski dirinya belum memiliki peringkat dunia.

David optimistis akan bermain maksimal, apalagi di depan publiknya sendiri. “Saya akan berjuang sebaik mungkin. Tinggal bagaimana hasil yang akan berbicara nantinya,” pungkas David.

Meski demikian, peluang Elbert maupun David sedikit terjal jika mampu melewati babak pertama. Elbert kemungkinan akan bertemu unggulan pertama asal Korsel Kim Young-jun (309). Sementara David diprediksi akan menghadapi unggulan kedua asal India R. Murugesan Virali.

Sementara Direktur Turnamen Teddy Tandjung menjelaskan, turnamen future ini sangat penting untuk meningkatkan petenis potensial Indonesia. Sebab, mereka akan menghadapi petenis-petenis tangguh dari mancanegara.

Selain itu, Teddy juga ingin petenis Indonesia memetik pembelajaran seusai penyelenggaraan turnamen tersebut. “Turnamen itu dapat dijadikan wadah mereka mengasah ketrampilan. Jika mereka mau profesional, mereka harus berlatih rutin seperti petenis asing tentang bagaimana menjadi petenis pro,” tegas Teddy.(Edi Yulianto/Koran SI/acf)