Singkawang – Selamat Tinggal Adipura 2010

KoranBaru.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang harus gigit jari untuk mendapatkan penghargaan Adipura 2010. Sebab, berdasarkan pengumuman Kementerian Negara Lingkungan Hidup, tak satupun kategori menyebutkan nama Kota Singkawang.

Menurut Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Perumahan Kota Singkawang Abdul Syukur, kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan merupakan penyebab kegagalan Kota Singkawang meraih penghargaan tersebut.

“Diantaranya karena tempat pembuangan akhir (TPA) yang kurang memadai, peran serta masyarakat yang masih sangat kurang dan pengaruh debu jalan di kawasan titik pantau Adipura,” paparnya saat ditemui wartawan, Rabu (9/6).

Kurangnya peran serta masyarakat paparnya, karena masih banyak warga yang sering membuang sampah tidak pada tempatnya. Padahal, tempat sampah sudah disediakan. Sedangkan TPA Longsari di kawasan Sekip Baru, Kelurahan Roban dianggap masih belum optimal, karena menggunakan sistem lama, yaitu system open dumping.

Padahal, sejak disahkannya Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2008, sistem tersebut sudah tidak berlaku lagi. “Sekarang sudah menggunakan system control lampil kemudian ke sanitari, tapi kami belum mampu menggunakan sistem tersebut,” jelasnya.

Abdul Syukur yakin untuk tahun-tahun mendatang, pihaknya dapat lebih baik lagi menghadapi penilaian Adipura. Sebab, berdasarkan prediksi dan rekomendasi dari design dan perhitungan konsultan, pada tahun 2016 diperkirakan TPA seluas 17,59 hektar itu akan sangat jauh. Padahal, sekarang luasannya hanya 8,5 hektar.

Menyikapi gagalnya Kota Singkawang meraih Adipura tahun ini, anggota DPRD Kota Singkawang Awang Ishak menegaskan, seharusnya kebersihan menjadi fokus kinerja Pemkot Singkawang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Seharusnya Bidang Kebersihan langsung di bawah PU dan membentuk UPT-UPT, sehingga mereka lebih memperhatikan kebersihan Kota Singkawang. Tapi kita lihat kondisi sekarang, malah lebih banyak mengurus perumahan dan proyek-proyek lain,” ungkap Awang.

Legislator PPD ini menjelaskan, jika kelemahannya terletak pada TPA, maka yang harus disoroti adalah titik-titik pantau Adipura. Selain itu, bila memang karena lemahnya peran serta masyarakat, maka Pemkot harus lebih menggiatkan sosialisasi.

“Pada prinsipnya ada atau tidaknya Adipura, kita harus tetap menjaga kebersihan lingkungan Kota Singkawang agar tetap bersih. Tapi memang, alangkah lebih baiknya bila kita mendapat sebuah sertifikat yang diakui,” katanya. [EN]

Blog Berita Hari Ini Terkini Indonesia

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*

noafgan.com
promo iklan premium
[Close Ad]