Kementerian BUMN akan mengusulkan sebanyak 10 perusahaan milik negara untuk menawarkan saham perdana kepada publik (Initial Public Offerin/IPO) pada tahun 2011.
“Setidaknya 10 perusahaan sudah kita siapkan masuk dalam daftar privatisasi melalui pola IPO tahun depan (2011),” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, proses privatisasi kesepuluh perusahaan tersebut akan dibahas lebih lanjut di Tim Komite Privatisasi.
“Seleksi perusahaan yang akan “go public” sedang berlangsung. Namun, kami siapkan sebanyak 10 perusahaan masuk dalam “pipe line” yang diprioritaskan untuk diprivatisasi,” kata Mustafa.
Meski begitu, ia tidak merinci lebih lanjut nama-nama perusahaan yang akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia tersebut.
Ia hanya menjelaskan, sektor usaha BUMN yang sahamnya akan dilepas sebagian kepada publik tersebut meliputi perkebunan, jasa konstruksi.
Menurut catatan, sejumlah BUMN yang pernah pernah diusulkan untuk diprivatisasi yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII serta satu perusahaan konstruksi PT Waskita Karya.
Rencana IPO PTPN sebelumnya pernah dibahas di DPR, namun karena situasi pasar belum memungkinkan terkait krisis keuangan pada 2008 maka rencana tersebut tertunda.
Sedangkan Waskita Karya, terkait dengan penyelesaian kasus kelebihan pencatatan pada laporan keuangan, dan proses restrukturisasi keuangan perusahaan.
Sejumlah BUMN yang disebut-sebut akan melakukan IPO yaitu Perum Pegadaian, namun harus terlebih dahulu mengubah status badan hukum menjadi Perseroan Terbatas, dan PT Pelindo II.
“Keinginan pemerintah mendorong BUMN masuk pasar modal agar pengelolaan perusahaan lebih transparan dengan penerapan GCG (tata kelola perusahaan yang baik dan benar–red), sehingga meningkatkan nilai perusahaan,” kata Mustafa.





