![]() |
| Priyo Budi Santoso |
Priyo Budi Santoso terus terang mengaku iri pada Pramono Anung. Pramono dinilai bisa lebih leluasa mengkritisi pemerintahan SBY ketimbang dia.
Dalam posisi berada dalam koalisi, Golkar harus tetap mendukung pemerintahan SBY. Ketika hasil survei LSI memperlihatkan pemilih Golkar termasuk tinggi tingkat kepuasannya terhadap kinerja SBY, hal tersebut dianggap wajar.
“Kita tidak dalam posisi mengkritik SBY seperti Pramono, karena naluriah kita hormat kepada tokoh satu ini (SBY). Yah mau bagaimana lagi, soalnya kita juga ada di situ,” kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso di Jakarta.
Secara posisi, PDIPsebagai oposisi lebih bebas bicara mengkritisi pemerintahan ketimbang Golkar. Untuk mengkritisi pemerintah, seperti kata Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Golkar seperti mengkritisi diri sendiri.
“Kadang saya iri dengan Mas Pram karena PDIP bisa bebas ngomong ini-itu dan kami tidak. Tidak bisa banyak komentar, tapi temuan ini berharga untuk Golkar,” tuturnya, menanggapi hasil surveu LSI.
Menurut peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi, tingginya tingkat kepuasan pemilih Golkar terhadap kinerja SBY dianalisakan karena faktor pendidikan. Dan pada umumnya pemilih PKS dan PAN yang terdidik pun puas dengan kinerja SBY.
Meski begitu, Priyo beranggapan menurunnya tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja SBY perlu diwaspadai. Jika terus menurun, Golkar pun akan pikir-pikir untuk tetap mendukung SBY.
“Kami akan mengevaluasi dan kalau trennya masih seperti ini jelang pemilu 2014, kami tidak tahu apakah akan tetap menyokong figur ini (SBY). Mungkin kita bisa menghitung ulang dan mengatur ke depan langkah Golkar akan bagaimana,” tuturnya. (matanews)






