Pemerintah Sulit Bedakan Korban

Jakarta: Pemerintah belum dapat mengidentifikasi korban bencana alam di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, akibat gelombang tsunami atau gempa. “Kemenkes tidak dapat memilah para korban, karena kejadiannya bersamaan,” jelas Kepala Mitigasi dan Kesiapsiagaan Pusat Penangulangan Krisis Kemenkes Els Mangundap di Jakarta, Jumat (29/10).

Sejauh ini, kata Els, Kemenkes baru menyediakan tiga tempat bagi para pengungsi dan korban bencana tersebut, yakni gereja untuk pos kesehatan, puskesmas, dan posko-posko. “Kami baru memberangkatkan tim dari Kemenkes malam tadi (Kamis 28/10) menuju Sikakap, Kecamatan Pagai Selatan, karena gelombang sangat tinggi. Jadi, sulit dijangkau kecuali dengan helikopter,” ujarnya.

Bantuan bagi korban bencana ke Sikakap diangkut KRI Teluk Gilimanuk, dengan membawa 5 ton makanan penunjang ASI dan dua ton obat, dan dana operasional senilai Rp 100 juta untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mentawai. “Sebelumnya, Kemenkes memberangkatkan tim berjumlah 6 orang dengan membawa satu ton obat stok kemenkes, dengan mengunakan kapal KRI Teluk Manado pada Rabu lalu dan diperkirakan sampai Jumat ini,” katanya

Els menambahkan, untuk biaya korban yang dirawat di rumah sakit dibebaskan dari segala biaya. “Jika pemda tidak mampu membayarnya, pihak rumah sakit dapat mengklaim ke Bina Pelayanan Medik Dasar Farmasi. Korban yang dikenakan biaya dapat melapor Kemenkes,” tegasnya. Source

Tags: , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*

noafgan.com
promo iklan premium
[Close Ad]