Singkawang, 14/2/2011 (Kominfo-Newsroom) Panitia Cap Go Meh melarang segala bentuk atraksi naga, barongsai serta segala bentuk permainan yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh pada tanggal 15 Februari 2011, yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H.
Ketua Panitia Cap Go Meh 2011 Lio Kurniawan mengatakan, menciptakan kedamaian merupakan keharusan yang ingin dicapai panitia, dan karena itu pihaknya melarang mereka menggunakan bunyi-bunyian, serta atraksi naga ataupun barongsai. “Kita ingin menghormati keluarga kami yang muslim,” katanya ketika dihubungi beberapa waktu yang lalu.
Namun meskipun begitu, dia tidak bisa melakukan tindakan jika masih ada yang melanggar karena menurutnya itu hanya sebatas imbauan.
Dilanjutkan oleh Lio lagi, imbauan itu dikeluarkan karena pada tanggal 15 Februari pagi umat muslim di Kota Singkawang menyelenggarakan Pawai Ta’ruf, dan sebagai warga yang selalu ingin hidup berdampingan maka toleransi dianggap perlu.
Sementara itu, di tempat terpisah Kapolres Singkawang AKBP Tony Sinambela menegaskan tidak ada permainan naga, barongsai ataupun permainan sejenisnya pada tanggal 15 pagi. “Kita akan amankan jika masih ada naga atau barongsai yang keluar saat tersebut,” ujarnya.
Di lain pihak, tokoh dari agama Kristen Protestan, Pendeta Matius, mengatakan pihaknya ingin bersama-sama menciptakan kedamaian guna kemajuan Singkawang ini. Menurutnya, tak satupun agama mengajarkan perpecahan, semua agama menginginkan kedamaian dan saling berdampingan antar umat yang satu dengan yang lain. (MC Singkawang/toeb)
http://www.bipnewsroom.info/index.ph…k=loadnews.php
Gue setuju dengan Komentar ini : “Kita ingin menghormati keluarga kami yang muslim,” :thumbup






February 16, 2011 at 16:00
wah, kalian copas dari mana tulisan ini… ini tulisan gw, asli dari liputan gw di Singkawang.
gw tak melarang copas, tp tolong sebutkan sumbernya… paling tidak hargai si penulisnya.