Jakarta, matanews.com – Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memuncaki perolehan suara penentuan 39 calon anggota tetap Pimpinan Pusat Muhammadiyah oleh Sidang Tanwir yang berlangsung 1-2 Juli lalu di Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta. Ia meraup 150 suara mengalahkan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang hanya beroleh 148 suara seperti Yunahar Ilyas.
Apakah ini isyarat Haedar akan menggulingkan Din untuk menduduki tampuk pimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2010-2015? Jawaban final akan diperoleh Rabu (5/7). Sebab, berbeda dengan organisasi lain, ketua umum Muhammadiyah tidak ditentukan oleh perolehan suara, tetapi lebih pada kesepakatan “Tim 13″.
Selain Haedar dan Din, sidang tanwir juga memilih 37 nama lainnya yang terdiri dari Dahlan Rais dengan 142 suara, Abdul Mu`ti (134), Muhammad Muqoddas (134), Dadang Kahmad (131), Malik Fadjar (127), Zamroni (126), Syukriyanto (122), Qomari Anwar (121), Goodwil Zubir (120), Sudibyo Markus (120), Khairuddin Bashori (118).
Kemudian, Agung Danarto (116), Said Tuhuleley (115), Yahya Muhaimin (111), Fatah Wibisono (110), Anwar Abbas (109), Syafiq Mughni (107), Amin Abdullah (104), Yunan Yusuf (103), Bahtiar Effendy (103), Bambang Sudibyo (102), Habib Chirzin (101).
Selanjutnya, Immam Addaruquthni (98), AM Fatwa (97), Suyatno (96) suara, Agus Sukaca (91), Marpuji Ali (88), Abdul Munir Mulkhan (87), Fasich (86), Muchdi PR (80), Amin Azis (79), Sun`an Miskan (77), Chairil Anwar (74), Jefrie Geovanie (73), Umar Anggoro Jennie (73), dan Husni Toyar meraih 70 suara.
“Ke-39 nama calon anggota tetap PP Muhammadiyah periode 2010-2015 itu akan dibawa ke sidang Muktamar Satu Abad Muhammadiyah untuk dipilih lagi dan dikerucutkan menjadi 13 anggota tetap PP Muhammadiyah periode 2010-2015,” kata Sekretaris Panitia Pemilihan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, Budi Setiawan, di Yogyakarta, Minggu.
Sidang muktamar untuk memilih dan menentukan 13 anggota tetap itu akan digelar pada 5 Juli 2010. Ke-13 anggota tetap itu akan dipilih oleh 2.380 muktamirin. Meskipun Haedar meraih suara terbanyak dan menempati posisi teratas di antara 13 anggota tetap PP Muhammadiyah, dirinya tidak otomatis menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015.
Begitu pula dengan Din Syamsudin. Meskipun Din meraih suara terbanyak dalam sidang muktamar dan menempati urutan teratas juga tidak serta-merta dapat menduduki kembali jabatan ketua umum.
Hal itu disebabkan penentuan ketua umum yang akan dilaksanakan pada 7 Juli 2010 bukan didasarkan atas perolehan suara terbanyak, melainkan berdasarkan kesepakatan bersama ke-13 anggota tetap. “Penentuan ketua umum itu tidak didasarkan atas perolehan suara terbanyak, sehingga anggota tetap yang memperoleh suara terbanyak belum tentu menduduki jabatan tersebut. Penentuan ketua umum dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama,” kata Budi.
Namun demikian, baik Haedar maupun Din sama-sama menyatakan siap memimpin Muhammadiyah lima tahun ke depan jika memang diberi amanat oleh muktamirin. “Saya siap memimpin Muhammadiyah lagi. Namun, soal itu saya serahkan kepada mekanisme Muktamar ke-46 atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah,” kata Din.
Haedar juga mengatakan, dirinya siap menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah berdasarkan amanat muktamirin. “Saya tidak mengejar amanat, tetapi jika diberi amanat tentu akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Tampaknya persaingan antara Haedar dan Din akan berlangsung ketat. Keduanya akan berusaha menarik simpati para muktamirin untuk memilihnya sehingga dapat masuk dalam 13 anggota tetap.
Setelah masuk dalam 13 anggota tetap, keduanya tentu juga berupaya agar terpilih menjadi ketua umum. Keduanya memiliki peluang yang sama untuk menduduki jabatan tertinggi di Persyarikatan Muhammadiyah tersebut.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah sosok Haedar Nashir masih memiliki daya tarik dalam meraih simpati para muktamirin dan mampu melobi anggota tetap yang terpilih untuk bersepakat memilihnya sebagai ketua umum. Dalam sidang tanwir daya tarik Haedar cukup besar, sehingga mampu menempatkannya di posisi teratas di antara 39 calon anggota tetap.
Jika Haedar memiliki semua itu, tidak menutup kemungkinan dirinya dapat menggeser Din Syamsudin dari jabatan ketua umum. Namun, hal itu tentu tidak mudah, karena Din yang merupakan incumbent juga memiliki potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. (*an/ham)





