Minta Pasien GBS Disumbang, Menkes Dinilai Lepas Tangan

Shafa Azzalia, penderita Gullain Barré Syndrome (GBS) yang sudah hampir setahun hidup dengan ventilator.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Dyah Pitaloka mengecam pernyataan yang dikeluarkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang meminta masyarakat ikut berperan serta meringankan beban pasien penyakit langka Gullian Barre Syndrom (GBS) Azka dan Shafa. Menurutnya, imbauan itu sebagai bentuk lepas tangan dari pemerintah terhadap penderitaan yang melanda rakyatnya.

Rieke mengatakan seharusnya pemerintah tidak mengedepankan peran serta masyarakat. Pemerintah harus bisa memberikan jaminan pada pasien penyakit langka, mengingat biaya GBS sangat tinggi dan orangtua pasien sudah mengeluarkan biaya sangat besar.

“Azka dan Shafa, semua pembiayaan medis dan obat-obatnya, harus ditanggung oleh negara sepenuhnya. Kami mengecam pernyataan Menkes yang justru meminta peran serta masyarakat bagi pasien berbiaya besar dan berat,” kata Rieke pada wartawan di Jakarta, Rabu (3/8).

Pernyataan ini kata Rieke memperlihatkan sikap lepas tangan dari pemerintah. Siapapun kata politisi PDIP ini, tentu tidak ada yang ingin mengalami penyakit langka dan berbiaya mahal seperti GBS. Namun penanganannya tidak bisa serta merta hanya mengandalkan sumbangan dari rakyat. Harusnya negara bisa memberikan jaminan secara penuh mengingat anggaran di bidang kesehatan cukup besar.

“Peran serta masyarakat dalam pembiayaan terkadang memang diperlukan, tetapi itu tidak bisa dijadikan kebijakan politik. Gerakan moral menjadi wilayah kerja masyarakat sipil, termasuk pemuka agama. Namun tugas dan kewajiban pemerintah adalah menyediakan sebuah sistem dan tanggungjawab sebagai penyelenggara,” tegas Rieke.

Kasus Azka dan Shafa kata Rieke, hanya suatu contoh kecil saja. Bila tidak ada suatu sistem baru, maka suatu hari nanti bila ada pasien miskin membutuhkan biaya sangat besar, lagi-lagi pemerintah hanya bisa mengandalkan peran serta masyarakat.

“Yang diperlukan untuk masalah-masalah ini kedepan adalah sebuah sistem baru untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah yang sedang kami perjuangkan saat ini, yaitu Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN),” kata Rieke.

Sebelumnya, Menkes Endang mengatakan GBS adalah penyakit langka dan terjadi hanya 1 atau 2 kasus per 100.000 di dunia tiap tahunnya. Untuk kasus Azka dan Shafa, sementara akan dilakukan dengan bantuan Askes dan Jamkesmas. Namun mengingat biaya yang cukup besar, mencapai ratusan juta, pemerintah hanya sanggup menanggung sebagian pembiayaan. Sisanya diharapkan peran serta dari dermawan.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*

noafgan.com
promo iklan premium
[Close Ad]