Penyanyi Mayangsari dan suaminya Bambang Trihatmodjo diam-diam telah mudik ke rumah orang tua Mayang di Banyumas (Jawa Tengah). Mayang-Bambang mudik bersama anaknya Kirani Bambang Trihatmojo serta 15 orang kerabatnya termasuk para pengawal.
Mayang–Bambang menyewa gerbong kereta api khusus wisata Toraja. “Saya mudik di Purwokerto sudah enam hari,” kata Mayangsari singkat, sesaat sebelum kembali ke Jakarta, Minggu (12/09/2010).
Selama mudik, Mayang-Bambang mengunjungi orang tua Mayang Ki Dalang Soegito Poerbotjarito (65), di Kedungbanteng –Banyumas. Di Purwokerto, Mayang-Bambang tinggal di rumah mewahnya di Karangsalam, tidak jauh dari kampus Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto. Rumah yang dibangun seharga Rp. 4 milyar itu diberi nama wisma Karsa, kependekan dari Karangsalam.
Mayang kembali ke Jakarta bersama Bambang melalui stasiun besar Purwokerto. Beberapa anggota keluarga Mayangsari telah nampak di Stasiun sekitar pukul 12.00 WIB. Meski begitu, Mayangsari masih belum kelihatan. Sekitar pukul 12.30 WIB, satu mobil mewah nampak parkir di halaman parkir Stasiun. Putri Mayang-Bambang, Kirani langsung turun dan menuju ke ruang VIP Stasiun Besar Purwokerto. Sejurus kemudian datang Mayangsari dan suaminya, Bambang Triatmojdo.
Rombongan keluarga itu, sejenak transit di ruang VIP. Beberapa pengawal dengan baju hitam juga nampak menjaga dan mengawasi. Tak lama kemudian, Mayangsari yang tenar dengan lagu ‘Tiada Lagi’ dan ‘Harus Malam Ini’ berjalan menuju kereta.
Bambang Trijatmodjo yang ditanya wartawan tak menjawab satu patah katapun. Sementara Mayangsari yang ditanya mengapa mudik, juga untuk berkumpul dengan keluarga, ia hanya menjawab singkat. “Bersama keluarga enam hari di Purwokerto,” katanya.
Humas PT. KAI Daop V Purwokerto Surono menjelaskan, Mayangsari menggunakan kereta khusus yaitu Kereta Wisata Toraja. Kereta khusus itu dirangkai dengan Kereta Api Taksaka, dan berada persis di belakang lokomotif. “Bookingnya satu minggu sebelumnya di Jakarta. Satu kereta khusus itu harganya Rp. 16,5 juta,” kata Surono.
Dijelaskan Surono, kereta khusus memang disediakan PT. KAI bagi beberapa orang yang berkantong tebal untuk menikmati perjalanan kereta api. Ada Kereta khusus Nusantara, Toraja, dan lainnya. Interior dari masing kereta khusus itu berbeda-beda sesuai dengan namanya. “Kalau kereta Toraja, interiornya sesuai dengan khas Toraja,” katanya.
Di dalam gerbong khusus ini, ada fasilitas meja untuk rapat, tempat duduk 22 kursi, AC, TV, Karaoke dan toilet ramah lingkungan.[py/nls]





