Meski mendapat protes dari beberapa pihak pada akhir 2009, Maxima Pictures tetap menggarap ‘Menculik Miyabi’. Demi keamanan Maria Ozawa, sang bintang utama, Maxima akhirnya memutuskan melakoni syuting film itu di Jepang.
Kontroversi ‘Menculik Miyabi’ mulai bergulir pada September tahun lalu. Saat itu, penulis ‘Kambing Jantan’, Raditya Dika mengaku akan menggarap film yang menampilkan Maria Ozawa yang pernah populer sebagai bintang porno asal Jepang.
Sejak itu berbagai gelombang protes dari berbagai pihak pun berdatangan. Bahkan pada 9 September 2010, Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor Maxima Pictures. Mereka sempat minta kepada Maxima untuk mengganti posisi Maria Ozawa dengan artis Luna Maya di film tersebut.
Melihat kontroversi itu, Maxima mengambil semua adegan yang menampilkan Maria Ozawa di Jepang. Proses syuting pun berjalan selama seminggu, mulai dari 15 sampai 22 Maret 2010.
“Sebagian kita syutingnya di Jepang, Maria nggak ke sini,” ujar Odi Mulya Hidayat sang produser saat berbincang dengan detikhot lewat telepon, Selasa (4/5/2010).
‘Menculik Miyabi’ digarap oleh sutradara ‘Paku Kuntilanak’, Findo Purnomo. Selain Maria, film tersebut juga dibintangi Nicky Tirta, Herfiza Novianty, Kevin Julio dan Rizky Mocil. Naskah ‘Menculik Miyabi’ pun ditulis oleh Marqee. Rencananya, ‘Menculik Miyabi’ akan diputar di bioskop mulai 6 Mei mendatang.
Di film tersebut, Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi, perempuan yang mendapat tugas untuk menjemput pemenang kuis di Indonesia. Namun, ia malah diculik oleh tiga remaja culun.





