
Kontroversi memang tidak bisa jauh dari Mario Balotelli. Yang teranyar Super Mario mencetak gol menggunakan dada yang terkesan meremehkan lawan saat Manchester City melumat Norwich City 5-1, Sabtu 3 Desember 2011.
Masuk di babak kedua menghadapi Norwich pada pertandingan Premier League yang berlangsung di Stadion Etihad, Balotelli langsung mencuri perhatian pada menit ke-87. Memanfaatkan sebuah umpan Adam Johnson, Balotelli melepaskan tembakan yang sempat diblok kiper Norwich John Ruddy.
Namun, Balotelli sukses melakukan rebound bola yang melambung di depan mulut gawang Norwich. Striker internasional Italia tersebut dengan tenang menceploskan bola dengan bahunya. Padahal Balotelli dapat mencetak gol dengan sundulan, layaknya pemain sepakbola lainnya. Tidak ada ekspresi senang yang diperlihatkan Balotelli usai mencetak gol.
Gol yang dicetak Balotelli langsung menjadi bahan pembicaraan. Tindakan Balotelli tersebut dianggap beberapa kalangan tak perlu dilakukan. Pasalnya, mantan striker Inter Milan itu dianggap tak menghormati Norwich City.
Tindakan yang dilakukan Balotelli menambah deretan kontroversi yang dilakukan striker berdarah Ghana tersebut. Padahal jelang pertandingan melawan Norwich, Balotelli sempat diminta menjaga sikapnya setelah sebelumnya mendapat kartu merah saat melawan Liverpool.
Kontroversi yang dilakukan Balotelli musim ini adalah merayakan gol ke gawang Manchester United dengan menunjukkan tulisan ‘Why Always Me?’ atau ‘Kenapa Selalu Saya?’ di balik kostum tim.
Meski Balotelli tidak menjelaskan maksud tulisan tersebut, namun media-media Inggris mengerti tulisan itu ditampilkannya karena striker 21 tahun tersebut selalu menjadi bulan-bulan media di Inggris. Setiap tingkah laku Balotelli memang menjadi sorotan dan konsumsi media Inggris.
Musim ini Balotelli juga sempat tidak sengaja membakar sendiri salah satu bagian rumahnya karena menyalakan kembang api di dalam rumah. Hal itu terjadi sebelum pertandingan melawan Manchester United, 23 Oktober lalu. Musim ini tingkah laku Balotelli memanglah tidak seburuk musim lalu. Hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan Manchester City sedang meraih sukses di puncak klasemen Premier League. Musim lalu, di saat prestasi ManCity tidak lalu menggembirakan, Balotelli sempat beberapa kali membuat Mancini pusing.
Balotelli sempat melemparkan mainan anak panah kepada salah satu pemain yunior ManCity di sebuah bar. Di atas lapangan, Balotelli pernah membuang peluang 100 persen gol saat melakoni laga pra-musim di Amerika Serikat dengan bergaya memutar.
Di balik tingkah lakunya yang penuh kontroversial, Balotelli tetap menyimpan sifat dermawan. Hal itu dibuktikannya dengan memberi uang 1000 pound atau setara Rp14 juta kepada pengemis di pinggir jalan Manchester.
Balotelli tetaplah Balotelli. Suka, tidak suka, Balotelli tetaplah bagian dari sukses ManCity sejauh ini. Tanpa kontroversi Balotelli, mungkin tidak ada cerita menarik yang bisa dikupas dari Premier League.
Sumber : indofiles.org





