
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menilai monorel lebih efektif untuk mengurangi kemacetan Ibukota, dibandingkan proyek mass rapid transit (MRT).
“Begini, kan tidak mungkin pemerintah membikin jalan baru,” kata JK di Jakarta, semalam.
Lagi pula, kata JK, proyek MRT yang justru dipilih pemerintah Jakarta dan akan segera direalisasikan — tahap I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia — panjangnya hanya 15,5 kilometer. Posisinya, sebagian berada di atas jalan dan sebagian lagi di bawah tanah.
“Apa ini, nilainya mahal lagi. Lalu, kalau banjir bagaimana mengatasinya,” ujar JK.
Apalagi, kata JK, Jalan Raya Sudirman yang akan dilintasi rencana proyek MRT itu mudah tergenang air. “Tanah Jakarta berbeda dengan tanah Tokyo yang lembab dan mudah mengatasi banjir.”
Sementara kalau menggunakan monorel, kata JK, selain tidak perlu membuka lahan baru untuk pembangunan jalan, juga biayanya jauh lebih murah dibandingkan kalau membangun MRT.
Proyek pembangunan monorel yang dirancang untuk dua jalur itu, saat ini terhenti karena tidak adanya investor bagi moda transportasi berbasis rel ini. Namun pihak pengembang monorel terlanjur membangun tiang-tiang pancang, antara lain di sepanjang Jalan Raya Rasuna Said.
Baru-baru ini, Gubernur Fauzi Bowo mengatakan bahwa proyek monorel akan kembali dilanjutkan, mengingat saat ini tingkat kemacetan di Ibukota sudah sangat parah.
• VIVAnews




