
Siti Hardianti Rukmana alias Tutut keukeuh mengklaim bahwa PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) miliknya. Hal ini dinilai sebagai upaya menjadikan TPI sebagai kendaraan untuk kampanye politik pada Pemilu 2014.
Demikian dikatakan kuasa hukum PT TPI, Hotman Paris Hutapea kepada okezone, Jumat (2/7/2010).
“Siapa yang tidak mau TPI yang sudah maju seperti sekarang dan itu bagus untuk kampanye politik,” ujar Hotman.
Hotman menambahkan, saat TPI di tangan Tutut, stasiun televisi swasta itu terlilit utang dan bermasalah.
“Setelah PT TPI maju, dia pengen menguasai PT TPI padahal dia sudah menjual saham. Harga saham sudah dia terima dengan cara utangnya sudah dibayar oleh PT Berkah Karya Bersama, dan lalu menjual ke PT MNC. Hutang sudah dibayar lalu mau ambil alih, tidak bisa dong, tidak bisa kembali begitu saja,” papar dia. [okezone]




