
MENCOBA terus eksis di blantika musik Indonesia, grup band Hijau Daun
merilis album keduanya dengan tetap mempertahankan nuansa musik
Melayu.
“Kita keluarin lagu-lagu yang mudah didengar orang lain. Tapi kami
tetap mempertahankan ciri nuansa musik Melayu,” tutur Dide, vokalis
Hijau Daun, di Jakarta, belum lama ini.
Band asal Lampung itu berkeyakinan nuansa musik Melayu masih punya
tempat dihati penikmat musik Indonesia. Album kedua bertajuk ‘Bersama Terang’, kata Dide, penggarapan terbilang cukup singkat, hanya sekitar 1,5 bulan saja.
Menurut Dide, singkatnya waktu penggarapan album kedua yang
dirilis Juli lalu lantaran 50% materi masih diambil dari album
pertamanya. Lagu-lagu yang sukses diterima pasar pada album perdana, kemudian diadopsi untuk album kedua.
“Yang membedakan sound lebih bagus, lebih enerjik dan lebih
variatif juga. Kami menyebutnya lebih komplit,” pungkas
Dide.




