Menghadapi Serbia yang digawangi pemain-pemain top seperti Nemanja Vidic serta Dejan Stankovic, anak-anak asuh Milovan Rajevac sama sekali tak gentar. Bahkan, Asamoah Gyan kerap menyulitkan barisan belakang armada Beli Orlovi.
Handball Zdravko Kuzmanovic di kotak terlaran pada penghujung laga berujung hadiah penalti untuk Ghana yang dieksekusi dengan sempurna oleh Gyan. Terlepas dari skor kemenangan tipis 1-0, Kuffour tetap gembira menyaksikan performa Gyan dkk.
“Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan ini. Sungguh luar biasa, para pemain telah melakukan pekerjaan bagus. Hari ini (Minggu), presiden kami hadir di stadion, saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya. Ini adalah hari milik Ghana,” cetus Kuffour seperti dilansir Goal, Senin (14/6/2010).
Lebih lanjut, mantan punggawa Bayern Munich dan AS Roma memuji perjuangan armada Black Stars yang berhasil menyulitkan kubu Serbia.
“Kami mengendalikan pertandingan. Kami memiliki peluang lebih banyak daripada Serbia. Itu sungguh luar biasa,” ungkapnya.
“Akan ada perayaan di jalan-jalan Ghana. Ini adalah Piala Dunia pertama di Afrika dan kami merupakan tim pertama (dari Afrika) yang mendapatkan tiga poin,” lanjut Kuffour lagi.
“Ghana melakukan pertahan yang bagus. Selain itu, kiper (Richard Kingson), yang kerap menuai kritik, berhasil membuktikan kualitas dirinya,” tutup Kuffour.






