Melalui kuasa hukumnya, Veena mengajukan gugatan materi dan sanksi masyarakat yang diterimanya akibat terbitan dua sampul majalah pria dewasa yang menampilkan dirinya dalam keadaan bugil.
Gugatan itu, menurut pengacara Veena, sudah dikirimkan ke kantor redaksi FHM sejak Minggu (4/12). Gugatan tersebut ditujukan kepada pemimpin redaksi Kabeer Vishal Sharma, dan fotografer Saxena sebagai koresponden.
“Klien kami yakin tidak ada pengambilan foto telanjang dengan cara apapun,” jelas kuasa hukum Veena, seperti dilansir One India, Rabu (7/12/2011).
Lebih lanjut pengacara Veena mengungkapkan, kliennya itu tidak membantah telah menjalani pemotretan dengan FHM, dan menyetujui setuju empat foto yang akan diambil dengan berbagai konsep menggunakan celana pendek, dan T-shirt, serta sepatu.
Lalu dilengkapi dengan mantel bulu hingga paha, dan sepatu bot, serta hot pants dan ikat pinggang besar dengan bagian atas tubuhnya ditutupi tangan. Tak hanya itu, sebuah tato bertuliskan ISI di lengannya cukup menarik perhatian, di mana Veena yang memakai bikini dan thong berpose dengan tangan dilipat, sementara bagian atas tubuhnya ditutupi dengan tato lainnya.
Namun, dia mengklaim responden telah melakukan pelanggaran, yang dapat dihukum berdasarkan KUHP India serta Undang-Undang Informasi dan Teknologi 2000. Pemberitahuan memperingatkan FHM untuk memastikan edisi majalah tidak akan masuk cetak, menghapus foto dirusak dari situs FHM, dan membayar uang jutaan atas kerusakan yang diterimanya.





