Ginda & the White Flowers, dari Jimi Hendrix ke John Mayer

Jakarta – Band asal Bandung Ginda & the White Flowers memang bergelut di musik blues. Tapi tidak hanya blues klasik bak Jimi Hendrix, mereka menambahkan nuansa yang lebih kekinian seperti John Mayer.

Influence masing-masing personel band yang biasa dipanggil GTWF itu memang berbeda. Sang bassis Gega Gegah melirik nuansa blues klasik, sementara sang drummer Yandi Andaputra lebih suka funk. Ginda Bestari (vokal/gitar) menyatukan semua nuansa tersebut dengan pop juga jazz.

“Mungkin itu bedanya sama Gugun Blues Shelter. Kalau beliau kan inspirasinya jauh, kalau GTWF lebih ke zaman sekarang. Kita main di ranah yang sama tapi mencoba membuat perbedaan,” ujar Ginda kepada detikhot.

Angan mereka pun tidak muluk-muluk. GTWF hanya berharap musik mereka bisa diterima terlebih dahulu. Rasa optimis pun menyelimuti mereka, apalagi dua lagu yang sudah diedarkan di internet yaitu ‘Cinta Kok Ngerusak’ dan ‘Percuma’ cukup mencuri perhatian.

Padahal awalnya misi mereka tetap nge-band hanya untuk menjaga eksistensi. Namun kini terus meningkat seiring dengan perkembangan GTWF.

“Kami coba selangkah demi selangkah aja dulu. Dulu cuma buat eksis, semakin lama kita pengen jadi band yang bisa kasih kontribusi untuk musik Indonesia. Mungkin setelah itu kami ingin juga ke luar negeri. Kita lihat saja nanti,” jelas Ginda.

(yla/mmu)

Tags: , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*

noafgan.com
promo iklan premium
[Close Ad]