alsyariah.com pasang iklan

Densus Tembak Mati Teroris Sebab Melawan

Tiga petugas Densus 88 Mabes Polri yang meninggal dalam penyergapan di Aceh beberapa bulan lalu, dijadikan pelajaran untuk melakukan penyergapan terduga teroris.

“Di Aceh kan kemarin anggota kita meninggal tiga, jadi kita tidak mau kejadian seperti itu terulang,” ujar Wakadivhumas Brigjen Pol Zainuri Lubis saat berbincang dengan okezone di ujung telepon, Jakarta, Kamis (13/5/2010) malam.

Lebih lanjut jendral bintang satu ini menambahkan, bahwa pihak kepolisian melumpuhkan orang yang diduga teroris kalau memang hal tersebut mendesak. “Perlawanan psikis dan takut mengancam dengan jiwa petugas kita di lapangan. Kalau tidak ada perlawanan kita akan tangkap dengan baik- baik. Di Cikampek satu selamat, bekasi empat selamat. Di Jakarta juga ada yang selamat,” imbuhnya.

Detasemen Khusus Antiterror 88 Mabes Polri juga mengakui saat melumpuhkan terduga teroris di Cikampek terjadi perlawanan yang sengit. “Cikampek itu mereka melawan cukup tinggi perlawanannya,” tukasnya.

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri berhasil menyergap terduga teroris sejumlah titik di Cikampek, Cawang dan Sukoharjo. Dari Penyergapan di cikampek dan cawang terdapat lima terduga teroris tewas. Dua orang yang tewas diduga Maulana dan Saptono. Saptono adalah adik
dari Encang Kurniawan alias Yusuf alias Jaja, guru agama terpidana mati Imam Samudera yang dieksekusi tahun lalu. [okezone]

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*


5 × = 5

noafgan.com