Category Archives: Olahraga

Ibu Kandung Anak Ronaldo Masih Gelap

ISU

Cristiano Ronaldo dan anaknya cristianinho Cristiano Ronaldo dan anaknya cristianinho

kehidupan pribadi Cristiano Ronaldo yang menyinggung soal putranya mengemuka lagi. Apalagi sejak kelahiran Cristiano Jr. atau yang biasa dipanggil Cristianinho, identitas sang Ibu masih gelap.
Isu ini kembali beredar setelah Ibunda Ronaldo, Dolores Aveiro, baru-baru ini meluncurkan biografinya sendiri dan di salah satu bab biografi tersebut, Dolores memaparkan mengenai Cristianinho lahir, Dolores langsung menjemputnya dari Amerika ke Portugal.
Dolores pribadi tetap tutup mulut soal Ibu kandung dari Cristianinho, walau buah hati mega bintang Real Madrid itu disebut kerap menanyakan sola sang Ibu: “Ibunya takkan pernah diketahui,” ketus Dolores.
Sementara dari pengakuan Adik Ronaldo, Elma yang juga tinggal bersama Dolores dan Cristianinho, justru pernah mengatakan bahwa balita berusia empat tahun itu sudah tak lagi punya Ibu. Bahwa Cristianinho sudah jadi piatu setelah Ibunya dianggap sudah tiada.
“Kami pernah bilang pada Cristianinho pada Ibunya sudah di surga, tapi Kakak dan Ibu saya meminta untuk tak mengatakan itu lagi. Sekarang kami bilang bahwa Ibunya bepergian. Sekarang dia tak lagi banyak bertanya (soal Ibu Cristianinho),” aku Elma.
Ya, sampai saat ini wanita yang melahirkan Cristianinho masih tanda tanya besar. Beberapa nama mulai terseret arus gosipnya, di antaranya model Inggris, Alice Goodwin dan Gemma Atkinson yang juga mantan pacar Ronaldo sebelum sang bintang menjalin kasih dengan Irina Shayk.(ERY)

Dipecundangi Belanda , Brasil Panen Noda

Dipermalukan Terus di Kandang

Mengusung ekspektasi amat tinggi, tuan rumah Brasil nyatanya harus menerima aib besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2014 ini – noda yang bakal terus membekas dalam sejarah.

Setelah digasak Jerman di semifinal dengan skor sangat telak 1-7, Selecao berharap bisa memulihkan harga diri mereka dengan mengunci tempat ketiga dalam duel kontra Belanda di Brasilia, Minggu (13/7).

Namun yang terjadi malah mengenaskan, pasukan Luiz Felipe Scolari kembali dipermalukan skuad De Oranje – kali ini dengan skor yang juga telak 0-3! Walhasil, sang juara dunia lima kali pun menuai berbagai rekor buruk dalam sejarah mereka.

Piala Dunia edisi tahun ini memberikan sekaligus dua kekalahan terpahit Brasil di penyelenggaraan turnamen, yakni di semifinal (1-7 kontra Jerman) dan di perebutan tempat ketiga (0-3 kontra Belanda).

Sementara itu, Winger andalan Timnas Belanda, Arjen Robben, mengaku timnya memang layak untuk finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2014 ini.

Oranje memastikan diri menjadi tim terbaik ketiga di dunia sepakbola setelah sukses menghancurkan impian Brasil dengan skor 3-0 di Brasilia, Minggu (13/07). Samba takluk melalui gol Robin Van Persie, Daley Blind dan Georginio Wijnaldum.

Robben sendiri terpilih menjadi Man of the Match di laga tersebut. Usai laga, ia menyebut bahwa timnya memang lebih layak finis di posisi ketiga. Padahal, sebelumnya tak ada yang menyangka mereka bisa meraih hasil tersebut.

“Memenangkan laga ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan kami di turnamen ini. Tak diragukan lagi bahwa kami layak untuk finis di peringkat ketiga, dan tak ada orang yang menyangka hasil ini (sebelum dimulainya turnamen tersebut),” ujarnya pada situs resmi FIFA. “Ini adalah pencapaian yang hebat,” imbuhnya.

Ekpresi para pemain brazil . Ekpresi para pemain brazil .

Gelar Lionel Messi Sebagai Pemain Terbaik ‘Dicopot’

Gelar pemain terbaik Piala Dunia 2014 yang disandang oleh Lionel Messi mendapatkan kritikan, Presiden FIFA, Sepp Blatter terkejut saat panitia mengumumkan bahwa Messi mendapatkan gelar bergengsi tersebut. Begitu juga dengan Diego Maradona, Legenda sepak bola Argentina itu menilai Messi tidak pantas mendapatkannya. Kekisruan pun terjadi, kabarnya FIFA bakal mencopot gelar yang disandang oleh Messi.
Sebab menurut prediksi masyarakat dunia Pemain depan Kolombia James Rodriguez, Arjen Robben, Thomas Muller atau Toni Kroos lebih layak mendapakan golden ball. “Saya kaget ketika melihat Messi yang naik ke mimbar untuk menerima gelar sebagai pemain terbaik di kompetisi,” terang Blatter, Senin (14/7).
Meski posisinya sebagai presiden FIFA dan banyak pihak menekannya agar FIFA mencabut kembali piala Golden Ball dari tangan Messi, namun Blatter tidak bisa berbuat apa-apa, sebab keputusan tersebut berasal dari tim penilai bentukan FIFA.
Meski begitu dirinya tetap menganggap penilaian tim dari FIFA professional, sebab ada beberapa catatan yang membuat bintang club Barcelona itu dinilai layak mendapatkanya.
“Jika Anda membandingkan awal turnamen dan kenapa Argentina bisa melaju ke final, itu bisa menjadi salah satu hal yang menentukan. Saya pikir keputusan yang diambil berdasarkan dari catatan itu,” tegas Blatter
Ditempat terpisah legenda sepak bola Argentina Diego Maradona juga terheran-heran dengan diberikannya gelar pemain terbaik Piala Dunia 2014 kepada Messi. Pria berusia 53 tahun tersebut menyebut dari semua pemain yang bertarung di piala dunia 2014 nama Pemain depan Kolombia James Rodriguez adalah yang paling tepat.
“Saya ingin memberi Lio setinggi-tingginya, tetapi manakala itu tidak layak dan hanya para pemasar yang ingin membuatnya memenangi sesuatu yang tidak dimenangkan, maka itu tidak adil dan menurut saya Rodriguez adalah pemain terbaik pada Piala Dunia ini,” kata Maradona dalam program TV “De Zurda” yang disiarkan oleh jejaring televisi Venezuela Telesur.
Disaat yang sama Maradona sendiri melihat Messi sebenarnya merasa beban mendapatan piala Golden Ball saat naik ke atas podium. “Sepertinya dia tidak ingin mengambilnya,” ungkapnya.
Dirinya juga menyesalkan akan sikap wasit yang menganulir gol yang disepak oleh Gonzalo Gerardo Higuaín, buat Maradona jika wasit menyatakan kalau gol tersebut sah maka kondisinya akan berubah 180 derajat. “Saya sedih pada gol (kemenangan) Mario Goetze. Tetapi kami tak bisa melupakan bahwa kami sampai ke Piala Dunia ini langkah demi langkah. Andai gol Gonzalo Higuain tidak dianulir maka kami bisa berpesta. Jerman tidaklah dominan.” ungkapnya
Pernyataan berbeda keluar dari mulut Alejandro Javier Sabella, pelatih dari tim nasional sepak bola Argentina menilai kalau anak asuhannya layak menyandang gelar pemain terbaik dunia. “Dia pantas meraih bola emas. Messi berperan penting dalam membawa Argentina ke final. Tentunya, dia pantas meraihnya. Messi berada di dalam jajaran pemain luar biasa,” katanya
Pelatih 59 tahun itu tetap mengapresiasi jerih payah perjuangan anak asuhnya meski harus dipermalukan Jerman saat petandingan dilakukan pertambahan waktu. “Semua pemain adalah pejuang. Mereka melakukan segalanya. Tim bermain sangat luar biasa di Piala Dunia. Para pemain bisa melihat satu sama lain dan mengatakan mereka telah memberikan segalanya,” jelasnya.
Sabella melihat faktor kekalahan skuad yang diasuhnya tersebut dikarenakan karena faktor kelelahan. “Jika melihat siapa lawannya dan waktu istirahat kami kurang, ini adalah penampilan terbaik kami,” ucapnya. (ASP)

Lionel Messi Lionel Messi

Brendan Rodgers: Liverpool Akan Lebih Hebat Tanpa Luis Suarez

Meski baru saja kehilangan salah satu pemain terbaiknya, yakni Luis Suarez, Liverpool diyakini akan tetap hebat dan bahkan lebih tangguh lagi musim depan. Hal itu ditegaskan oleh manajer Liverpool, Brendan Rodgers.

Suarez bukan lagi pemain Liverpool sekarang setelah kesepakatan yang terjadi dengan Barcelona membuat pemain Uruguay itu hijrah ke Camp Nou. Meski ditinggal top skornya musim lalu, Rodgers meminta Liverpool untuk move on dan berbuat lebih baik lagi musim depan tanpa El Pistolero.

“Kami fokus untuk musim depan dimana kami ingin melanjutkan perkembangan yang sudah terjadi musim lalu dan akan kami tingkatkan lagi musim depan. Saya percaya kami akan berkembang dan bahkan lebih kuat lagi musim depan,” ujar Rodgers.

Tentu saja ada alasan kenapa Rodgers berkata demikian. Dari data statistik yang dikeluarkan Opta, persentase kemenangan Liverpool tanpa Suarez ternyata lebih besar sejak ia diboyong dari Ajax Amsterdam pada 2011 lalu.

Sejak saat itu Liverpool bermain bersama Suarez dalam 110 pertandingan sementara 18 diantaranya tanpa Suarez. Dari 110 pertandingan bersama Suarez, Liverpool meraih 53 kemenangan, 28 seri, dan 29 kalah atau persentase kemenangan saat bersama Suarez adalah 48,2 persen; persentase hasil seri 25,4 persen; dan persentase kekalahan sebesar 26,4 persen.

Bandingkan dengan ketika Liverpool bermain tanpa Suarez yang hanya terjadi di 18 pertandingan. Dari jumlah itu, Liverpool meraih 11 kemenangan, tiga hasil seri, dan empat kali kalah atau persentase kemenangan sejumlah 61,1 persen, persentase seri 16,7 persen, dan persentase kalah 22,2 persen.

Berdasar data itu Rodgers memang boleh pede meski musim depan Liverpool akan menjalani jadwal yang lebih padat. Selain Premier League, FA Cup, dan Capital One Cup, Liverpool juga harus bermain lagi di Liga Champions setelah keberhasilan duduk di posisi kedua klasemen akhir Liga Inggris musim lalu.

10 Kandidat Pemain Terbaik Peraih Golden Ball Piala Dunia 2014

10 kandidat pemain terbaik peraih Golden Ball Piala Dunia 2014 telah diumumkan. Lionel Messi (Argentina), Arjen Robben (Belanda), dan Neymar (Brazil) masuk dalam nominasi. Namun Jerman yang merupakan finalis Piala Dunia Brazil menjadi yang paling banyak menyetor nominator dengan empat nama.

Golden Ball alias Bola Emas adalah penghargaan untuk pemain terbaik dalam sebuah edisi Piala Dunia. Penentuan siapa yang akan meraihnya akan sangat panas karena tujuh nominator (kecuali kemungkinan Angel Di Maria) akan bersaing di partai final Senin depan.

Ini terjadi setelah Argentina mengirimkan tiga wakilnya untuk Golden Ball. Selain Angel Di Maria, ada Javier Mascherano yang solid sebagai gelandang bertahan. Ia menjadi pejuang utama Albiceleste di semifinal saat menyingkirkan Belanda dalam drama adu penalti.

Di samping keduanya tentu saja ada Lionel Messi. Dia adalah inspirator Argentina menuju final. Mencetak empat gol, La Pulga senantiasa menjadi referensi utama bagi rekan-rekannya dalam membongkar pertahanan lawan.

Jerman diwakili oleh Mats Hummels sang bek tangguh. Juga kapten Philipp Lahm yang bisa bermain sebagai bek sayap dan gelandang bertahan sama baiknya.

Gelandang Toni Kroos yang menjaga stabilitas lini tengah Jerman hingga ke final, masuk dalam daftar. Tidak boleh dilupakan sang pencetak lima gol bagi tim panser, Thomas Mueller.

James Rodriguez, bintang Kolombia, juga ada dalam nominasi. Pemain Monaco ini menyumbangkan enam gol untuk mengantar Kolombia hingga ke perempat final.

Dua nama lain datang dari dua tim yang memperebutkan tempat ketiga. Ada Arjen Robben, winger lincah Belanda yang menjadi kunci keberhasilan timnya melangkah ke semifinal. Juga Neymar, yang sebelum cedera punggung adalah aktor utama Brazil yang dibesut Luiz Felipe Scolari.

Wasit Nicola Rizzolli Asal Italia Pimpin Final Piala Dunia 2014

Wasit Nicola Rizzolli asal Italia ditunjuk FIFA sebagai pemimpin final Piala Dunia 2014 antara Jerman vs Argentina. Lionel Messi dkk. selalu beruntung kala dipimpin sang pengadil lapangan. Apakah ini berarti Albiceleste yang akan menjadi juara?

Sebelum pertandingan puncak di Maracana, Nicola Rizzoli sudah tiga kali memimpin laga sepanjang Piala Dunia 2014. Yaitu, ketika Belanda menggebuk Spanyol 5-1. Disusul dengan dua laga Argentina, yang semuanya dilalui dengan kemenangan. Yaitu, kala menggebuk Nigeria 3-2 di babak penyisihan dan Belgia 1-0 di babak perempat final.

Kini sang wasit asal Italia akan memimpin duel antara dua kekuatan terbesar di Piala Dunia. Jerman sebagai wakil Eropa dengan generasi emasnya; dan Argentina yang memiliki Lionel Messi. Pengalaman Nicola Rizzolli lebih dari sekadar cukup untuk tampil di partai puncak.

Dialah pemimpin laga final Europa League 2010 kala Atletico Madrid membuat Fulham tiarap. Rizzolli juga merupakan pengadil lapangan saat Bayern Munchen menenggelamkan Borussia Dortmund 2-1 di final Liga Champions tahun 2013.

Pengalamannya di kompetisi lain juga sangat penuh. Nicola Rizzolli tercatat sudah tampil di Piala Dunia Antar Klub 2011. Ia juga memimpin tiga laga di Euro 2012. Tahun lalu ia juga ambil bagian di Piala Dunia U-20 yang digelar di Turki.

Untuk final Piala Dunia 2014 mendatang sang wasit akan diikuti oleh dua asisten yang sama-sama berasal dari Italia, Renato Baverani dan Andrea Stefani. Selain itu ada ofisial keempat dari Ekuador, Carlos Vera.

Bagi Italia, bukan pertama kalinya mereka mencantumkan wasit di partai puncak Piala Dunia. Sebelumnya sudah ada Sergio Gonella pada 1978 dan Pierluigi Collina 12 tahun lalu.

Carles Puyol & Model Seksi Gisele Bundchen Jadi Pengantar Trofi Piala Dunia 2014

Carles Puyol dan model seksi asal Brazil Gisele Bundchen ditunjuk FIFA sebagai pengantar trofi Piala Dunia 2014. Keduanya akan memperoleh kehormatan untuk menjadi orang pertama yang menyuguhkan trofi tersebut ke penonton di Stadion Maracana pada Senin, 14 Juli 2014 mendatang.

Carles Puyol adalah salah satu tokoh utama keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010. Sementara itu model Gisele Bundchen dipilih sebagai wakil Brazil. Keduanya akan menampilkan trofi Piala Dunia tersebut sebelum duel antara Jerman kontra Argentina digelar.

Empat tahun lalu, hal yang sama dilakukan Fabio Cannavaro di Afrika Selatan. Kapten Italia yang memenangi Piala Dunia 2006 itu diberi kesempatan sebagai orang pertama yang menampilkan trofi Piala Dunia ke penonton. Kala itu suasana meriah menyambut hadirnya trofi yang diimpi-impikan seluruh pesepakbola di dunia.

Kali ini pun, FIFA menjamin kejadian serupa akan berlangsung di Maracana. Meskipun Brazil sebagai tuan rumah sudah terlebih dahulu gugur, ada Argentina yang didukung suporter fanatiknya untuk menguasai Maracana. Sementara itu Jerman yang mewakili sepakbola Eropa juga tidak akan mau kalah begitu saja.

Seseru apa kalah Carles Puyol dan Gisele Bundchen menampilkan trofi yang akan diperebutkan Argentina dan Jerman ini? Jangan lewatkan aksi mereka pada Senin mendatang.

Pogba, Varane & Memphis Depay Kandidat Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014

Paul Pogba dan Raphael Varane (Prancis) serta Memphis Depay (Belanda) menjadi kandidat pemain muda terbaik Piala Dunia 2014. Ketiganya dipilih oleh Technical Study Group (TSG) FIFA sebagai calon utama pemain paling mengejutkan sepanjang turnamen ini berlangsung.

Penghargaan Pemain Muda Terbaik sudah diberikan oleh FIFA sejak edisi 2006. Sejak saat itu dua nama dari Jerman mendapatkannya, yaitu Lukas Podolski dan Thomas Mueller. Namun, tahun ini tidak ada lagi seseorang dari tim panser yang akan memboyong gelar prestisius ini.

Nominator pertama Paul Pogba sudah bukan orang baru lagi bagi penggemar sepakbola. Pemain Juventus ini sudah harum namanya sejak awal. Ia menjadi tokoh penting bagi Prancis di Piala Dunia U-20 tahun lalu dan menyandang gelar pemain terbaik turnamen tersebut.

Sepanjang penampilan di Brazil, Pogba sangat mengilap. Sebuah gol dipersembahkan untuk Prancis saat membekap Nigeria 2-0 di babak 16 besar. Dengan usia baru 21 tahun ia sudah menjadi kunci pasukan Didier Deschamps.

Rekan satu tim Pogba, Raphael Varane, juga tidak mau kalah. Bek tangguh Real Madrid ini membuktikan kekokohannya di lini belakang dengan hanya kebobolan tiga gol. Memiliki umpan akurat, liat dalam mengolah bola, cepat, dan agresif, Varane punya segalanya untuk menjadi salah satu bek kelas dunia.

Berikutnya ada Memphis Depay yang menjadi aktor penting Belanda saat membungkus Australia 3-2. Sejak saat itu ia berperan sentral dalam tim Louis Van Gaal. Depay yang lincah, tidak serakah, dan tajam di depan gawang lawan mengukir jalan untuk menjadi bintang di Piala Dunia 2014.

Lionel Messi Bukanlah Pemain Terbaik Dunia, Kata Jose Mourinho

Lionel Messi bukanlah pemain terbaik dunia sepanjang masa. Demikian yang disampaikan Jose Mourinho menjelang final Piala Dunia 2014 antara Argentina kontra Jerman. Namun, The Special One juga menyatakan La Pulga tidak butuh Piala Dunia karena ia sudah menjadi pemain fantastis.

Andai Argentina menjuarai Piala Dunia 2014, banyak yang menyatakan inilah bukti bahwa Lionel Messi merupakan pesepakbola terhebat yang pernah terlahir di planet bumi. Namun, Jose Mourinho menolak anggapan tersebut.

Berbicara dalam kapasitas sebagai duta sepakbola dunia Yahoo, pelatih Chelsea ini menyatakan, “Saya pikir Messi adalah pemain fantastis. Dia tidak butuh memenangi Piala Dunia untuk disebut sebagai pemain fantastis.”

“Dia juga tidak butuh Piala Dunia untuk sekadar diakui sebagai pemain bersejarah dalam dekade ini. Namun, bagi saya, dia bukanlah pemain terbaik sepanjang masa.”

Jose Mourinho juga mengeluarkan tebakannya tentang siapa peraih Golden Ball dan Golden Glove. Menurut mantan juru taktik Real Madrid, “Arjen Robben adalah pemain terbaik di Piala Dunia ini. Sejak hari pertama hingga laga terakhir ia adalah pemain yang tampil dalam level tinggi, tidak pernah naik turun, performanya selalu meningkat.”

“Tentang kiper terbaik, andai Neuer solid dan tampil apik di final seperti yang diperagakan hingga saat ini, maka dialah orangnya.”

Mou tidak lupa menyebutkan bahwa Paul Pogba adalah pemain muda terbaik di Piala Dunia Brazil. Meskipun Prancis harus kandas di babakdelapan besar, Pogba sudah cukup membuktikan dirinya adalah pemain besar.