Category Archives: Ekonomi

Cadangan Emas RI Lebih Besar dari Malaysia

Harga emas dunia terus melambung hingga menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah, US$1300 per ons. Dalam satu dekade, harga emas telah melambung dari US$275 per ons pada awal 2000 menjadi US$1.300 per ons pada akhir September 2010.

Perburuan emas yang luar biasa membuat harga emas melambung. Tidak hanya itu, spekulasi di bursa komoditas juga turut andil mengangkat harga hasil tambang itu.

China, Rusia, India, dan Arab Saudi merupakan negara-negara pemburu emas paling aktif dalam dekade ini.

Berdasarkan laporan triwulanan World Gold Council, 80 persen cadangan emas dunia hanya dikuasai oleh 20 pemegang emas terbesar dunia. Mereka adalah bank sentral, lembaga internasional, dan pemerintah. Bahkan, lima pemegang emas terbesar menguasai 60 persen cadangan emas dunia yang mencapai 30.535 ton pada 2010.

Lembaga atau pemerintahan negara itu antara lain Amerika Serikat, Jerman, Dana Moneter Internasional (IMF), Italia, Prancis, China, Swis, Jepang, Rusia, dan Belanda. Lalu seberapa banyak cadangan emas Indonesia dan negara-negara tetangga?

Pada kuartal I-2010, Indonesia memiliki cadangan 73,1 ton. Indonesia menempati peringkat 39 penyetok emas terbanyak. Emas ini disimpan di Bank Indonesia. Nilainya US$2,62 miliar atau 3,6 persen dari cadangan devisa pemerintah.

Kepemilikan cadangan emas Indonesia dari tahun ke tahun terus menurun. Pada awal 2000, cadangan emas mencapai 96,5 ton.

Dibandingkan Malaysia, cadangan emas Indonesia masih lebih banyak. Malaysia menempati peringkat 47 dengan total cadangan 36,4 ton senilai US$1,3 miliar, atau 1,4 persen dari cadangan devisa Malaysia.

Namun, Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara Asean lainnya. Filipina misalnya, memiliki cadangan emas 164 ton, Singapura 127 ton, dan Thailand 84 ton. Selengkapnya lihat tabel di bawah ini.

 

Tabel  Cadangan Emas

Peringkat  

Negara               

Jumlah Cadangan

(ton)

Nilai Cadangan  

(US$ miliar)

Persentase terhadap

Cadangan Devisa

25 Filipina 164,7 5,91 13,0%
28 Singapura 127,4 4,57 2,3%
35 Thailand 84,0 3,01 2,1%
36 Australia 79,9 2,86 7,6%
39 Indonesia
73,1
2,62
3,6%
47 Malaysia 36,4 1,30 1,4%

Joko Susilo, Putra Semarang yang Layak Dibanggakan

Pesatnya laju pertumbuhan jaringan internet di Indonesia dan makin membuminya situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook memang mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari muncul berita negatif yang berkaitan dengan dunia Internet dan situs jejaring sosial. Persaingan penyedia layanan internet juga semakin mempermudah akses internet nirkabel dengan koneksi GPRS maupun 3G/HSDPA/HSUPA.

Ditengah maraknya berita miring seputar dampak negatif internet, facebook dan twitter ada seorang pebisnis online asal kota Semarang yang mampu menyiasati perkembangan teknologi internet dengan sangat sempurna. Namanya adalah Joko Susilo. Joko Susilo adalah pencipta beberapa ide bisnis online yang sangat brilian. Produk-produk online ciptaannya telah teruji mampu bertahan bertahun-tahun hingga saat ini. Kepiawaian Joko Susilo dalam melakukan inovasi produk online memang tidak diragukan lagi. Bahkan di saat Anne Ahira hilang gaungnya dari bisnis online, Joko Susilo masih bertahan di puncak keberhasilan. Kunci keberhasilan yang dimiliki oleh Joko Susilo adalah kemampuannya dalam membuat produk online yang:

  1. Realistis dan terus terang,
  2. Mudah dipahami oleh siapapun dari level pendidikan apa saja.
  3. Disertai panduan yang sederhana tapi lengkap
  4. Ditambah bonus produk yang sangat bermanfaat
  5. Harganya murah (kurang dari Rp 300 ribu / jauh dibawah harga normal)
  6. Bonus reseller yang sangat besar (sampai 60%)

Dengan keunggulan-keunggulan diatas, produk online Joko Susilo mampu bertahan bertahun-tahun dan mampu memberi penghasilan para pengguna ide bisnisnya tanpa putus. Coba anda lihat penghasilan menggiurkan dari pengguna ide bisnis online Joko Susilo yang bernama Aset Virtual ini:

Bukti Penghasilan Asset Virtual
Bukti Penghasilan Asset Virtual

Anda ingin mengambil bagian dalam menyiasati perkembangan fasilitas internet yang semakin cepat? Siapa sangka keberuntungan anda memang ada di situ. Apalagi THR sudah dekat. Meski demikian anda harus tetap berhati-hati dalam memilih jenis binis online yang ditawarkan oleh Joko Susilo. Anda bisa berlangganan info bisnis Joko Susilo dengan hanya mengisi nama, alamat email dan nomor handphone pada halaman pengisian. Selamat mencicipi renyahnya bisnis online.

Corolla Ringsek Ditabrak Kereta, Pasar Minggu – Jakarta

Kereta api ekonomi dari arah Bogor menuju Kota menabrak mobil Toyota Corolla di pintu perlintasan rel KA Volvo, Pasar Minggu. Mobil yang dikendarai pelajar SMA bernama Rico ini ringsek.

http://images.detik.com/content/2010/08/13/157/Corolla01.jpg
Mobil naas tersebut jadi tontonan warga.

http://images.detik.com/content/2010/08/13/157/Corolla02.jpg
Mobil yang telah ringsek ini dipinggirkan di sisi rel.

http://images.detik.com/content/2010/08/13/157/Corolla03.jpg
Kaca-kaca di bagian samping, depan dan belakang pecah. Untungnya, Rico, pengemudi mobil itu bisa keluar menyelamatkan diri sebelum mobil itu ringsek ditabrak kereta.

sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2010/08/13/174137/1420189/157/1/corolla-ringsek-ditabrak-kereta?992205462

Tarif Tiket Kereta Api Naik Per 1 Oktober

DETIKPOS.net — Tarif kereta api akan naik per 1 Oktober 2010 setelah sempat ditunda dari 1 Juli lalu. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan dalam diskusi mingguan Perspektif di Gedung DPD RI, Jumat (6/8/2010).

“Penyesuaian kenaikan tarif tak berlaku 1 Juli, tapi berlaku 1 Oktober. Jadi pelanggan tak perlu ngerogoh kocek pada saat Lebaran,” ungkapnya.

Keputusan Menteri No 48 Tahun 2010 telah merevisi Keputusan Menteri No 35 Tahun 2010 tentang berlakunya tarif baru. Menurut Tundjung, kenaikan penyesuaian tarifnya bervariasi antara 16 dan 64 persen. Persentase kenaikan terbesar adalah untuk tiket kereta rel listrik (KRL) dan kereta rel diesel (KRD).

“Tapi nominalnya, yang besar untuk KRL dan KRD. Contohnya, tiket KRL Bogor-Jakarta yang semula dipatok di harga Rp 2.000 naik menjadi Rp 3.500. Persentase kecil berlaku untuk kereta-kereta api jarak jauh, seperti jurusan Jakarta-Surabaya. Kenaikan berkisar Rp 10.000,” lanjut Tundjung.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tak bisa dihindari sebagai konsekuensi penyesuaian yang harus dilakukan terhadap kurangnya anggaran subsidi yang diberikan pemerintah. Tundjung mengatakan, untuk tahun 2010, kementerian sudah menghitung anggaran untuk operasional perkeretaapian per tahun 2010 sebesar Rp 571 miliar. Namun, dana yang disediakan hanya Rp 535 miliar. Kekurangan Rp 36 miliar dipenuhi dengan penyesuaian tarif.

Anggota Komite II DPD RI Bambang P Soeroso mengatakan, kenaikan tarif sah-sah saja. Namun, pemerintah melalui PT KAI harus mampu memberikan kompensasi yang sesuai kepada para pengguna kereta api. “Apa kompensasi dari pemerintahan kepada pengguna untuk kenaikan itu? Apakah tingkat pelayanan, keamanan, dan ketepatan waktunya sudah memadai? Harus ada standar operasi minimum. Apakah PT KAI sudah punya standar itu?” tegasnya. [KMP/RIS]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

JK: Monorel Lebih Efektif Daripada MRT

Kereta monorelMantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menilai monorel lebih efektif untuk mengurangi kemacetan Ibukota, dibandingkan proyek mass rapid transit (MRT).

“Begini, kan tidak mungkin pemerintah membikin jalan baru,” kata JK di Jakarta, semalam.

Lagi pula, kata JK, proyek MRT yang justru dipilih pemerintah Jakarta dan akan segera direalisasikan — tahap I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia — panjangnya hanya 15,5 kilometer. Posisinya, sebagian berada di atas jalan dan sebagian lagi di bawah tanah.

“Apa ini, nilainya mahal lagi. Lalu, kalau banjir bagaimana mengatasinya,” ujar JK.

Apalagi, kata JK, Jalan Raya Sudirman yang akan dilintasi rencana proyek MRT itu mudah tergenang air. “Tanah Jakarta berbeda dengan tanah Tokyo yang lembab dan mudah mengatasi banjir.”

Sementara kalau menggunakan monorel, kata JK, selain tidak perlu membuka lahan baru untuk pembangunan jalan, juga biayanya jauh lebih murah dibandingkan kalau membangun MRT.

Proyek pembangunan monorel yang dirancang untuk dua jalur itu, saat ini terhenti karena tidak adanya investor bagi moda transportasi berbasis rel ini. Namun pihak pengembang monorel terlanjur membangun tiang-tiang pancang, antara lain di sepanjang Jalan Raya Rasuna Said.

Baru-baru ini, Gubernur Fauzi Bowo mengatakan bahwa proyek monorel akan kembali dilanjutkan, mengingat saat ini tingkat kemacetan di Ibukota sudah sangat parah.

• VIVAnews

Redenominasi adalah Menyederhanakan Denominasi Mata Uang Menjadi Pecahan Lebih Sedikit

DETIKPOS.net – Wacana Bank Indonesia (BI) menyederhanakan pecahan mata uang (redenominasi) rupiah harus disertai sosialisasi masif kepada seluruh lapisan masyarakat.

BI dan pemerintah diminta tidak ceroboh mengabaikan dampak sosial dan psikologis apabila kebijakan itu diberlakukan tanpa sosialisasi yang memadai. Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono, mengingatkan pemerintah dan BI bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terhadap masalah-masalah perekonomian maupun keuangan sangat beragam.

Artinya, kebijakan perekonomian yang berdampak luas kepada masyarakat sebaiknya dipersiapkan dan disosialisasikan secara baik. “Harus ada koordinasi antara pemerintah, BI, dan seluruh pemangku kepentingan terkait kebijakan ini.Hal yang paling penting sosialisasi harus meluas dan mendalam,” ujarnya saat dihubungi Seputar Indonesia di Jakarta kemarin.

Seperti diberitakan, BI menggulirkan wacana untuk melakukan penyederhanaan pecahan mata uang rupiah. Bank sentral beralasan, uang pecahan terbesar Indonesia, Rp100.000, merupakan yang terbesar kedua di dunia, setelah Vietnam dengan pecahan terbesar 500.000 dong. Bila memperhitungkan Zimbabwe,yang pernah mencetak pecahan 100 miliar dolar,pecahan Rp100.000 menempati urutan ketiga terbesar.

Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa memangkas nilai mata uang tersebut. Semisal terjadi redenominasi tiga digit (3 angka 0), maka Rp1.000 menjadi Rp1. Nantinya pecahan mata Rp1 baru setara dengan denominasi Rp1.000 yang lama. Sigit Pramono menuturkan, Perbanas pada prinsipnya mendukung redenominasi lantaran akan meningkatkan efisiensi transaksi dan pembukuan.

Syaratnya, pemerintah dan BI berhati-hati sebelum memberlakukan kebijakan tersebut. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Sandiaga Uno berharap masyarakat tidak menyikapi wacana redenominasi dengan berlebihan. Redenominasi merupakan ide bagus yang akan mempermudah transaksi. “Yang penting sekarang sosialisasi harus dilakukan dengan matang, baik tentang arti maupun tujuan redenominasi,” paparnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menegaskan bahwa wacana redenominasi rupiah masih merupakan kajian BI, belum merupakan keputusan resmi. Pemerintah belum membahas secara khusus kajian BI tersebut. ”Ada satu studi yang dilakukan BI, itu belum final,kami di pemerintah belum dikonsultasikan (oleh BI mengenai) hal itu.Jadi kami belum bisa bilang apa-apa.

Itu masih lama dan masih studi,”ujarnya. Berdasarkan studi yang dilakukan BI, redenominasi tidak akan berdampak buruk bagi perekonomian. Walau begitu pemerintah belum bisa menanggapi implementasi wacana itu. Lantaran sifatnya kajian, belum tentu redenominasi akan dilaksanakan menjadi sebuah kebijakan.

Butuh Biaya Besar

Kalangan bankir berpendapat implementasi redenominasi butuh biaya besar. Perbankan perlu menyesuaikan sistem teknologi informasi apabila redenominasi benar-benar diimplementasikan. “Kebijakan itu justru hanya akan meningkatkan biaya operasional, terutama masalah teknologi informasi. Belum lagi masalah yang timbul akibat kesalahan manusia,” ujar Direktur Utama Bank Agro Kemas M Arief.

Selain itu, yang tidak bisa diduga adalah kemungkinan reaksi masyarakat yang berlebihan. “Apalagi urgensi melakukan redenominasi ini juga belum jelas,”ungkap Kemas. Direktur Konsumer BII Stephen Liestyo mengatakan, sistem komputerisasi perbankan harus diubah apabila redenominasi dijalankan. Alasannya, dalam masa transisi ada dua mata uang yang berlaku, yakni rupiah lama dan rupiah baru.

“Sehingga perbankan harus mengubah komputerisasi untuk mengakomodasi hal tersebut,” kata Stephen. Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja menilai redenominasi akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dari sisi positif, redenominasi akan menjadikan pecahan mata uang lebih sederhana. Negatifnya, kebijakan itu butuh biaya, terutama untuk pengaturan sistem dan penyesuaian materi cetak.

”Kalau diyakini positifnya akan baik untuk negara kita dalam jangka panjang, kita akan konsekuen menjalankannya,” kata Parwati. Country Business Manager Citi Indonesia Tigoor M Siahaan menjelaskan, redenominasi akan menghabiskan biaya besar, baik dari BI sendiri maupun dari kalangan perbankan. Karena itu, dia berharap BI segera membuat program sosialisasi wacana itu secepatnya agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Kebijakan itu tentu akan memakan biaya besar, terutama BI yang harus melakukan pencetakan uang kembali. Tapi bagi kami juga besar karena harus menyiapkan segala infrastrukturnya,” tambah Tigoor. Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi berharap BI mewaspadai dampak sosial yang akan terjadi setelah kebijakan itu diterapkan. Dia mengkhawatirkan trauma masyarakat pada kebijakan sanering pada 1966.

”Saya khawatir persepsi masyarakat seperti pada saat Orde Lama,sehingga mereka tidak percaya pada rupiah,”kata Glen. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, wacana redenominasi tidak akan berdampak besar bagi pasar modal.Wacana itu bukan isu penting yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. “Kepanikan itu hanya investor individu,”ujar Ito. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan menyambut positif wacana redenominasi.

“Tidak masalah, justru (uang) akan lebih mudah dibawanya,”kata dia. Adapun dari sisi investasi, redenominasi tidak akan memberi imbas negatif terhadap investasi asing yang masuk ke Indonesia.Sebab, redenominasi tidak mengurangi nilai mata uang dalam negeri. Menurut dia, hal yang perlu mendapat perhatian, yakni saat praktiknya kelak. Diaberharap, jika redenominasi diterapkan, bisa berjalan dalam batas wajar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menteri Perindustrian MS Hidayat beranggapan, penerapan redenominasi justru perlu dilakukan lantaran nominal mata uang Indonesia terbilang besar. “Di dunia, hanya kita (Indonesia) dan Vietnam yang nominasi mata uangnya besar,”ujarnya. Hidayat berpandangan, redenominasi tidak akan memberikan pengaruh buruk terhadap sektor industri. Pelaku industri akan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Namun dia meminta sosialisasi redenominasi dilakukan dengan benar agar tidak mengagetkan kalangan industri ketika kebijakan tersebut direalisasikan.

Fokus Inflasi

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Nusron Wahid berharap Gubernur BI tidak lagi menggulirkan wacana kontraproduktif seperti redenominasi. Seharusnya BI lebih fokus mengurusi tugas pokoknya, yaitu mengendalikan stabilitas moneter (inflasi) dan nilai tukar serta mendorong intermediasi perbankan. “Kalau redenominasi ini sebaiknya didiskusikan di internal dulu.

Jika situasinya sudah tepat, baru dikeluarkan,” katanya. Menurut anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait, redenominasi seharusnya bukan menjadi prioritas BI saat ini. Dia meminta Gubernur BI terpilih Darmin Nasution fokus terhadap sembilan catatan yang telah direkomendasikan DPR sebelumnya. “Itu (redenominasi) bukan jadi prioritas Darmin kali ini. Sebaiknya Darmin fokus pada sembilan catatan yang telah kami berikan sebelumnya, saat pemilihan (gubernur BI),”ungkap Maruarar.

Sembilan catatan itu antara lain menurunkan suku bunga pinjaman, mengatasi dominasi perbankan asing, pengaturan hot money, asas resiprokal, mengendalikan moneter dan meningkatkan intermediasi perbankan. Sembilan catatan itu sudah menjadi komitmen bersama antara DPR dan Gubernur BI terpilih dan harus diwujudkan dalam bentuk peta kebijakan (roadmap) yang pro pada sektor riil. “Seharusnya Darmin fokus terhadap sembilan catatan yang kami minta, bukan membuat kebijakan lain,”tegasnya. [si/ris]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

34.000 Tabung Elpiji di Gresik Rusak

1618187620X310 34.000 Tabung Elpiji di Gresik RusakDinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, UKM, Pemkab Gresik, Jawa Timur, menemukan puluhan ribu tabung elpiji ukuran 3 kilogram tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mengalami korosi (berkarat).

Puluhan ribu tabung elpiji itu ditemukan di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), yakni milik PT Tiga Sejahtera Bersama (TSB) di Jalan Raya Desa Setrohadi Kecamatan Duduksampean dan PT Adikartika Satria (AS) Jalan Raya Sukomulyo Kilometer 24.

Temuan di PT TSB, dari 6.000 tabung elpiji ada sekitar 110 tabung elpiji ukuran 3 kilogram katupnya rusak, sebanyak 985 tabung elpiji non SNI dan sekitar 100 tabung elpiji berkarat.

Sedangkan di PT AS ditemukan 31.000 tabung elpiji rusak, non SNI dan belasan ribu lainya berkarat.

“Menurut pemilik SPBBE, tabung-tabung yang sudah tidak layak itu akan ditarik oleh PT Pertamina dan segera diganti yang baru,” kaat Rudy Sutaji, kepala dinas tersebut, inspeksi bersama Satpol PP dan Kepolisian, Rabu (4/8/2010).

Ia mengemukakan, tabung-tabung yang rusak ini sudah dipilah oleh SPBBE, karena tabung-tabung itu sudah tiga tahun lebih. Artinya sudah ada kesadaran yang cukup setelah beberapa kali terjadi insiden tabung gas elpiji meledak.

“Kami merasa bersyukur karena selama ini tidak pernah terjadi tabung elpiji meledak di Gresik. Tabung elpiji yang rusak akan segera ditarik oleh Pertamina,” tandasnya

Rudy berharap dengan banyaknya tabung elpiji yang rusak tidak sampai mengganggu pasokan, apalagi sebentar lagi bulan suci Ramadhan.

“Kami juga tidak ingin demi memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi tabungnya rusak, nanti akan membahayakan keselamatan jiwa. Intinya mulai dari katup, selang dan aksesoris tabung elpiji harus ber-SNI,” tegasnya

Sementara, Riyan (32) pemilik SPBBE di Jalan Raya Desa Setrohadi memastikan, tabung elpiji sudah dipisah-pisahkan untuk segera dikembalikan ke PT Pertamina.

“Sudah kami pilah-pilah sesuai jenis kerusakannya, karena kami sendiri tidak ingin di Gresik ada insiden seperti di daerah lain hingga menelan korban,” jelasnya

Riyan mengungkapkan, setiap hari SPBBE-nya mendapat kiriman 4.900 tabung dengan tujuh kali pengiriman, setiap truk-nya sekitar 700 tabung. “Insya Allah Gresik tidak akan terjadi kelangkaan meskipun banyak tabung yang rusak. Karena oleh Pertamina nanti langsung diganti dengan yang baru,” katanya. [kompas]

Bank Mandiri Syariah Raih Penghargaan

MAKASSAR, DETIKPOS.net – Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah, meliputi segmen usaha corporate, commercial, micro dan retail. Selain itu, bank pelat merah ini juga merambah finance dan treasury & International banking.

Sejumlah anak perusahaan mulai didirikan untuk mendukung bisnis utamanya. Diantaranya Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) serta Mandiri Tuntas Finance (jasa pembiayaan).

Sebagai bank dengan layanan dan jangkauan terbesar, tahun ini, Bank Mandiri meraih dua penghargaan sekaligus dari The Asian Bankers di Singapura.

Menurut Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri, Ogy Prasomiyono akhir pekan lalu, penghargaan yang diterima Bank Mandiri adalah The Strongest Bank in Indonesia 2010 dan The Indonesian Bankers Leadership Achievement Award.

Bank Mandiri juga meraih predikat perusahaan sangat terpecaya dalam pelaksanaan Good Coorporate Governance selama tiga tahun terakhir. Penghargaan lain yang diberikan adalah Corporate Governance Recognitions Award 2010 dari Corporate Governance Asia dan didaulat sebagai Indonesia’s Most Admired Knowladge Enterprise (MAKE) Study 2010 oleh Dunamis Organization Services.

“Untuk itu kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik sebagai bentuk komitmen kami dan juga sebagai rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada Bank Mandiri selama,” jelas Ogy disela-sela pemberian hibah melalui dana CSR Bank Mandiri untuk Rumah Sakit Sayang Rakyat akhir pekan lalu.

Di tengah ketatnya persaingan perbankan, Bank Mandiri mampu meningkatkan kinerja dengan signifikan di triwulan kedua tahun 2010 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.

Kredit meningkat Rp36,4 triliun atau tumbuh 20% secara tahunan (year on year) dari posisi Juni 2009 sebesar Rp181,6 triliun menjadi Rp218 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp326,6 triliun atau tumbuh 13,8% (year on year) dari posisi Juni 2009 sebesar Rp287,1 triliun.

Rasil non performing loan (NPL) menurun dari 4,78% menjadi 2,54% dan NPL Netto membaik dari 1% menjadi 0,6%. Sementara efficiency ratio mencapai 38,7%, membaik dari posisi Juni 2009 sebesar 38,9%. Dan laba bersih mencapai Rp4 triliun, atau tumbuh 37,8% dibandingkan Juni 2009 yang sebesar Rp2,9 triliun. [up/ris]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini

[Redenominasi Rupiah] Duit Seribu jadi Satu Rupiah

JAKARTA, DETIKPOS.net – Bank Indonesia (BI) mewacanakan rencana redenominasi rupiah atau dengan kata lain pengurangan nilai pecahan rupiah tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Misalnya jika sekarang pecahan Rp 1.000 maka setelah di-redenominasi pecahannya diubah menjadi Rp 1 namun nilai dari uang tersebut tidak berkurang.

Misalnya jika sekarang gaji Anda sebagai karyawan Rp 3.000.000 per bulan maka setelah di-redenominasi maka gaji akan menjadi Rp 3.000 per bulan. Namun gaji sebesar itu tetap bernilai sama. Misalnya untuk Rp 3.000.000 bisa membeli sebuah komputer maka setelah di-redenominasi maka Rp 3.000 tetap bisa digunakan untuk membeli komputer yang sama.

Isu panas ini muncul dari Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta akhir pekan lalu. Darmin mengatakan, saat ini BI tengah menggodok wacana mengenai redenominasi nilai tukar rupiah. “BI sedang menyiapkan sejumlah hal agar nilai Rp 1 itu lebih berarti,” ujar Darmin.

Ia menambahkan, rencana redenominasi nilai tukar ini nantinya akan dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah dan DPR. “Harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat baru nanti kita sosialisasikan,” jelasnya.

Dalam redenominasi, akan ada pemotongan angka nol pada nilai mata uang. Pemotongan nol biasanya tiga buah di belakang. Misalnya pecahan Rp 100.000 dipangkas 3 angka nolnya akan menjadi Rp 100.

Tapi Darmin mengatakan belum bisa memutuskan berapa jumlah angka nol yang akan dipotong. “Belum bisa diputuskan sekarang berapa angka nol yang akan dikurangi, apakah tiga atau empat. Namun, hasil pembahasan akan diusahakan disampaikan ke pemerintah tahun ini,” janji mantan Dirjen pajak ini.

Bank sentral merasa perlu melakukan redenominasi karena seperti kita ketahui uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

Beda dengan Sanering

Dikonfirmasi terpisah soal itu, Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah mengatakan nantinya redenominasi berbeda dengan sanering jaman dulu karena perlu dihindari dampak yang merugikan masyarakat.

“Redenominasi butuh waktu dan persiapan yang lama dan matang termasuk sosialisasinya dan harus betul-betul berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ekonomi. Sehingga dirasakan manfaatnya. Sehingga sampai sekarang masih merupakan kajian riset di BI saja,” kata Difi, Senin (2/8).

Menurut dia di banyak negara yang sukses melakukan redenominasi, hanya dilakukan pada saat inflasi dan ekspektasi inflasi stabil dan renda karena di negara negara tersebut, intinya adalah penyederhanaan akunting dan sistem pembayaran saja tanpa menimbulkan dampak bagi ekonomi. “Syarat keberhasilan lainnya adalah persepsi dan pemahaman masyarakat yang mendukung yang didasarkan akan kebutuhan riil masyarakat,” kata dia.

Menurutnya, penerapan redenominasi itu butuh waktu transisi sedikitnya lima tahun dan selama itu pedagang wajib mencantumkan label dalam dua jenis mata uang yakni uang lama yang belum dipotong dan uang baru (yang nolnya udah dipotong) sehingga tercipta kontrol publik.

Menurut Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin melakukan penyederhanaan satuan nilai tukar.Tiga persyaratan itu adalah kondisi ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga rendah, dan adanya jaminan stabilitas harga.

Selain itu, untuk melakukan redenominasi nilai tukar juga dibutuhkan penarikan uang yang beredar di masyarakat secara bertahap. “Hal yang paling sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisai kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa,” jelasnya.

Bankir Minta Hati-hati

Para bankir menilai, bank sentral harus berhati-hati melakukan redenominasi mata uang rupiah. Pasalnya, kebijakan ini bakal memiliki efek yang sangat besar bagi industri perbankan. Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Aviliani mengatakan, rencana redenominasi rupiah bakal memakan biaya tinggi.

Perbankan harus melakukan investasi lagi di bidang teknologi dan informasi (TI). “TI tentu perlu penyesuaian terhadap berapa banyak angka nol uang tersebut,” ujarnya. Ia juga memperkirakan, BI juga harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengganti dan mencetak uang baru. “Pencetakan uang selalu menguras anggaran BI,” jelas Aviliani.

Ia menyarankan, redenominasi dilakukan ketika Indonesia menerapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Saat itu, Indonesia bisa menyamakan nilai rupiah dengan mata uang negara-negara ASEAN. “Saat ini belum tepat karena krisis ekonomi di Eropa belum benar-benar berlalu dan sektor riil di Indonesia belum bergerak,” tandas Aviliani

Direktur Utama Bank BNI Gatot Suwondo sependapat dengan Aviliani. “Untuk penerapan TI dan mematangkannya butuh waktu yang tidak sebentar,” ujar Gatot. Menurut dia, redenominasi rupiah harus dibarengi pembangunan persepsi masyarakat terhadap kebijakan tersebut.

“Jangan sampai persepsi yang timbul adalah pemotongan nilai mata uang, yang membuat masyarakat menarik dana mereka dari bank dan melakukan investasi ke luar negeri,” tambahnya.

Timbul Gejolak

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengimbau wacana redenominasi jangan sampai menimbulkan gejolak stabilitas ekonomi. Kesiapan masyarakat menjadi poin penting bagi bank sentral sebelum menyampaikan kepada pemerintah dan presiden.

“Redenominasi sebetulnya sangat baik, tetapi harus dipahami jika kesiapan masyarakat menjadi hal penting yang harus diperhatikan,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Akhsanul Qasasi, Senin (2/8).

Akhsanul mengatakan sebelum disampaikan kepada pemerintah mengenai redenominasi, Bank Indonesia harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Misalnya melalui seminar, road show ke kampus-kampus, sosialisasi dan pemberitahuan terlebih dahulu. “BI jangan gegabah tiba-tiba langsung disampaikan kepada pemerintah. Masyarakat harus dimintai pendapatnya terlebih dahulu,” katanya.

Kesiapan masyarakat juga diperlukan karena tanpa kesiapan masyarakat maka bisa-bisa terjadi gejolak ekonomi dimana terjadi kepanikan di masyarakat. “Hal tersebut berbahaya, karena masyarakat tidak mengerti dan jangan sampai disalahartikan seperti sanering,” tambahnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini menambahkan, BI diminta untuk melakukan kajian intensif dampak redenominasi pada stabilitas ekonomi. Hal ini dikarenakan apapun yang berhubungan dengan uang termasuk nilai serta fungsinya sangat sensitif. Oleh karena itu menurutnya masalah redenominasi jangan terlalu terburu-buru.

“Tiba-tiba disampaikan kepada pemerintah tahun ini juga, redenominasi tidak boleh terburu-buru Waktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BI-pun tidak ada wacana redenominasi yang disampaikan ke DPR,” tegasnya. [tk/ris]

Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini