Category Archives: Terorisme

Pembawa Bom Kalimalang Sudah Bisa Diajak Bicara

AH, pembawa bom rakitan yang meledak di dekat Pasar Sumber Arta, Kalimalang, kemarin, hingga kini masih dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Polri, Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Keadaannya semakin membaik, bahkan sudah bisa berkomunikasi setelah sebelumnya sempat kritis.

“Sudah bisa bicara dan mulai connect. Dia menyebutkan namanya Ahmad,” ujar salah seorang petugas jaga RS Sukanto, Jumat (1/10/2010).

Namun, AH belum bisa diajak berbincang lebih banyak lantaran kondisinya yang masih lemah. “Tapi memang belum bisa bicara lebih banyak, mungkin pengaruh obat,” tandasnya.

AH masih dipantau secara intensif oleh tim dokter. Apabila kondisi kesehatan AH menunjukkan kemajuan, maka dia akan dipindah ke ruang rawat tahanan.

“Masih kita rawat di ICU. Upaya pemulihan sudah berhasil. Bila keadaannya menunjukkan perbaikan akan segera dipindahkan ke ruang tahanan Tembesu,” ujar Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Budi Siswanto, sebelumnya.

12 Orang Serbu Mapolsek, 3 Personel Polisi Tersungkur

Sekelompok orang bersenjata laras panjang tiba-tiba menyerbu markas Kepolisian Resor Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/9/2010) pukul 12.00-pukul 00.30.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno menyatakan, para penyerang berjumlah 12 orang dengan menumpang enam sepeda motor.

Mereka langsung memberondongkan peluru ke arah kantor polisi itu. Akibatnya, selain kaca kantor rusak, tiga polisi juga tewas seketika.

"Penyerangan ini sama sekali tidak diduga dan belum bisa diidentifikasi pelakunya. Sangat mungkin pelakunya terlatih karena pakai senapan laras panjang," kata Oegroseno saat di lokasi kejadian, Rabu dini hari.

Ditanya Kompas soal kemungkinan serangan ini terkait penyergapan para tersangka teroris sekaligus perampokan di Bank CIMB Niaga Medan, Oegroseno mengaku belum berani menyimpulkan.

Ia hanya memastikan hubungan anak buahnya di Mapolsek Hamparan Perak dengan warga sekitar selama ini baik-baik saja. Dengan demikian, besar kemungkinan para pelaku bukan dari wilayah hukum Hamparan Perak.

Guna membekuk para pelaku, polisi menyebar ketiga penjuru, terutama di daerah perbatasan, seperti Belawan. Hingga kini, tim forensik masih berada di lokasi kejadian guna melakukan identifikasi.

10 Peran Antagonis Terkeren Dalam Perfilman

10. The Original Terminator

Berkacamata hitam, Jaket kulit, badan kekar, dan membawa motor Harley, bohong kalo ada yang bilang dia ga pernah menganggap arnold itu ga keren.

9. Tyler Durden

Siapa yang ga kenal Tyler Durden dari Fight Club? tokoh yang dikarang Chuck Palahniuk ini memiliki kharisma abadi dibalik ideologinya yang sesat. Bagaimana tidak, seumur hidupnya dia berusaha agar semua hirearki di dunia ini musnah dengan melakukan kegiatan terorisme. Kerennya lagi, dia membiayai kegiatannya dengan menjual sabun dan mencari anak buah dengan membuka klub adu jotos.

8. Lex Luthor

Lupakan Lex luthor dari smallville. Lex dari film Superman terbaru telah menjadi presiden dari Amerika dan masih bisa menghajar pantat manusia baja dengan berbekal otaknya sendiri.

7. Gabriel Gray a.k.a. Sylar

Sylar, dibalik kekuatannya dan ‘kegiatan’nya membelah otak superhero lain untuk mencuri kekuatannya, hanyalah seorang orang dewasa dengan otak remaja labil. Bedanya, kalo remaja labil bikin orangtuanya marah-marah, dia membunuhnya.

6. Marcellus Wallace

Tidak seperti kebanyakan bos gangster kulit hitam, Marcellus lebih merakyat. Bagaimana tidak, Marcellus bisa mengejar sendiri buronannya dan konsekuensi menyakitkan dia tanggung bersama bruce willis di Pulp Fiction. Walaupun kejam, dia masih bisa bernegosiasi.

5. Magneto

Walaupun aslinya gay dan udah tua, kharisma Sir Ian McKellen ga bisa dihilangkan. Magneto di X Men masih bisa kerasa sangar namun elegan secara bersamaan. Lagian dia punya asisten cewek seksi setengah telanjang, hahaha…

4. Keyser Söze/”Verbal” Kint

Kevin Spacey lagi-lagi menipu kita mentah-mentah lewat film The Usual Suspect. Keyser yang diperankannya adalah narator yang tidak bisa diandalkan namun sangat brilian. Dia mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai orang lain namun tak ada yang sadar sepanjang film. Dibalik wajah seorang pegawai Pemda, Spacey memang aktor jempolan

3. Hannibal Lecter

Jenius, Kejam, Pintar, dan Mampu menggoda agen cantik Clarice Starling dengan caranya sendiri. Apa lagi yang mau dijelaskan? oh mungkin hobinya memakan manusia.

2. Hans Landa

Memainkan peran yang sebenarnya dijadwalkan oleh Tarantino untuk Leo DiCaprio. Cristoph Waltz melebihi ekspektasi semua orang. Berbeda dari penjahat-penjahat Tarantino, Landa pintar, detektif hebat, dan memiliki selera humor yang sakit. Maksud saya, siapa coba yang ga terhibur ngeliat Hans Landa di Inglourious Basterds. Dia pantas menjadi salah satu antagonis keren di list ini.

1. The Joker

Semua juga setuju seandainya Batman: The Dark Knight harusnya berjudul Joker: Chronicles Against BatGuy. Sumpah se dekade ini belum ada karakter sehebat Joker. Heath Ledger sendiri mengurung dirinya selama tiga bulan untuk mendapatkan feel yang pas untuk perannya dan rumor mengatakan sedikit banyak inilah yang menyebabkan kematiannya.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4298412

Delapan Narapidana Teroris Dipindah ke Pulau Nusakambangan

Sebanyak delapan narapidana kasus terorisme dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Sragen menuju Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu, dengan pengawalan yang tampak ketat oleh aparat.

Para narapidana yang mengenakan penutup wajah ini tiba di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan, red.) Cilacap, sekitar pukul 04.00 WIB.

Mereka dibawa menggunakan truk Brimob dengan pengawalan oleh sejumlah anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror yang juga mengenakan penutup wajah.

Truk pengangkut para narapidana itu segera naik ke Kapal Pengayoman II yang menyeberangkan mereka dari Dermaga Wijayapura menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan sekitar pukul 04.15 WIB.

Tampak dalam rombongan tersebut sebuah mobil dinas jenis Inova warna kelabu berpelat nomor Surakarta dan sebuah mobil Terrano warna hitam berpelat nomor Pekalongan ikut menyeberang ke Pulau Nusakambangan.

Sebuah truk boks perbekalan polisi yang ikut dalam pengawalan tersebut terpaksa harus menunggu penyeberangan kedua karena kapal sudah penuh.

Informasi yang dihimpun, kedatangan para narapidana itu mengalami keterlambatan sekitar satu jam lantaran kendaraan yang mengangkut mereka mengalami kerusakan di daerah Purworejo sehingga harus mengganti dengan truk Brimob.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP, Guruh Achmad Fadiyanto, menyatakan enggan memberikan komentar terkait perpindahan napi tersebut. “Itu bukan wewenang saya,” katanya.

Informasi yang dihimpun, delapan narapidana teroris itu yakni Aris Widodo, Saiful Anam, Ahmad Sahrul, Amir Amhadi, Mahfud Komari, Sikas Karim, Suparjo, dan Masrizal Tohir.

Mereka mendapat hukuman penjara selama enam hingga 18 tahun karena terlibat sejumlah kasus terorisme di Indonesia.

Seorang narapidana terlibat kasus Poso, seorang lainnya kasus peledakan Hotel J.W. Marriot pertama, dan enam orang kasus penyimpanan bahan peledak di Sukoharjo.

Delapan narapidana itu menempati sejumlah LP di Pulau Nusakambangan antara lain LP Batu, Permisan, dan Besi.

Teroris Indonesia Tak Belajar dari Teroris Mumbai

Para tersangka teroris yang ditangkap di Cikampek dan Cawang, diduga akan beraksi seperti teroris di Mumbai, India. Serangan bersenjata dengan target orang asing, diduga memang telah direncanakan sejak lama, bukan meniru.

“Rekaman-rekaman video pelatihan mereka menunjukan pelatihan seperti itu,” ujar pengamat teroris Dino Cresbon kepada detikcom, Jumat (15/5/2010).

Menurut Dino, dalam latihan di Ambon dan Poso, para teroris tersebut tampak berlatih dengan sepeda motor. Mereka pun berlatih menembak dengan berbagai macam gaya.

“Jadi bukan meniru teroris di Mumbai. Pola serangan semacam ini telah lama mereka latih,” jelasnya.

Sedangkan mengenai dugaan serangan saat upacara HUT RI tanggal 17 Agustus 2010 mendatang. Dino mengira hal itu pun mungkin terjadi. Apalagi selain kepala negara, ada tamu-tamu penting lainnya yang hadir.

Dino menaksir para teroris ini sudah cukup kuat. Peralatan mereka pun sudah siap mendukung operasi yang mereka rencanakan. Terbukti dari senjata-senjata yang disita polisi dalam penggerebekan.

“Sejak 3 tahun lalu mereka sudah berencana menyerang kumpulan orang asing di Jakarta,” pungkasnya.

Eman-Iwan Tidak Terdaftar di Kecamatan Cikampek

Iwan dan Eman Sulaiman, dua warga Kampung Babakan Jati, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, yang diduga terlibat dalam aksi teroris, tidak terdaftar di kantor pemerintah desa/kecamatan setempat.

Sesuai dengan data yang ditelusuri ANTARA di kantor Desa Cikampek Timur dan kantor Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Jumat, Eman tidak tercatat sebagai warga Cikampek.

Sedangkan sejumlah warga setempat menyebutkan Eman merupakan warga Kampung Babakan Jati, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Karawang.

“Eman memang warga Cikampek, semua orang tahu itu. Tetapi, identitasnya tidak tercatat di kantor Kecamatan Cikampek,” kata Camat Cikampek, Rokhuyun A Santosa.

Begitu juga dengan Iwan, salah seorang warga di Kampung Babakan Jati, Cikampek, yang diduga terlibat aksi teroris itu tidak terdaftar di kantor desa dan kecamatan setempat.

Iwan hanya sempat tercatat di kantor desa setempat saat mendaftar untuk menikah lebih kurang satu tahun lalu.

Dalam surat keterangan itu, Iwan menikahi Nurhasanah, warga Serang, Banten.

Sementara itu, Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penyergapan teroris di rumah kontrakan milik Ny Dimah Jubaedah, di Kampung Babakan Jati, Desa Cikampek, Kecamatan Cikampek, pada Rabu (12/5) lalu.

Dari penyergapan itu, Tim Densus 88 menembak dua teroris hingga tewas.

Sementara Eman yang biasa disapa Emsul di kampungnya, dibawa hidup-hidup oleh Tim Densus 88, setelah terluka tembakan pada bagian paha.(*)

Teroris Aceh Akan Serang Warga Asing Saat Obama Datang

ilus.jpgKelompok teroris Aceh ternyata tak hanya merencanakan penyerangan terhadap Presiden SBY dan pejabat negara serta tamu VVIP negara saat perayaan hari ulang tahun (HUT) RI, 17 Agustus mendatang. Bahkan, seandainya Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama jadi datang ke Indonesia, Maret lalu, aksi serangan sudah akan dilancarkan oleh kelompok itu.

Hal itu diketahui, setelah Densus membekuk pembunuh dua warga asing di Aceh, yang ternyata masih anggota kelompok teroris. “Jika aktivitas latihan militer di Aceh tidak ketahuan, mereka akan meledakkan tempat-tempat komunitas asing di Aceh,” ucap Kapolri Bambang HD, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Menurut Bambang Hendarso, on the job training merupakan latihan awal dari komplotan itu sebelum melakukan aksi yang lebih besar, yaitu penyerangan terhadap Obama. 

“Kalau lihat mereka melakukan penyerangan terhadap warga asing di Aceh, maka ada upaya dari yang bersangkutan,” katanya.

Warga asing yang dimaksud Kapolri adalah Dr. Erhard, asal Jerman pada 5 November 2009 silam di Jl. Soekarno-Hatta, Aceh. “Sambil latihan ada kegiatan penembakan terhadap warga negara Jerman,” ujar dia. Selain itu ada pula penyerangan terhadap dua warga Amerika Serikat, yang satu di antaranya tewas.

“Salah satu warga Amerika dibawa ke Singapura pada 23 November 2009. Ada juga aksi pelemparan pada 17 Maret lalu. Ini rangkaian-rangkaian sebagai on the job training. Nanti saat ini selesai, mereka akan melakukan tindakan kekerasan lain. Itu perencanaan,” tukasnya.

Kelompok itu sendiri juga diketahui akan melakukan perusakan terhadap kantor-kantor asing dan LSM di Aceh. “Para pelaku sudah berhasil dibekuk,” katanya. [tribun]

Densus Tangkap Lagi Satu Orang Diduga Teroris

Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menangkap lagi seorang warga Semanggi, kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jumat, yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Densus menangkap Heri Suranto (43), di rumah Ngatino, mertua tersangka di warga RT 7/ RW XII Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, sekitar puku 14.30 WIB.

Heri Suranto yang bekerja sebagai staf tata usaha SMA Islam I Surakarta, tidak melawan saat ditangkap Densus 88. Tersangka bersama satu unit komputer langsung dibawa pergi oleh anggota Densus.

Menurut Endang Sustaqimah, warga setempat, polisi mendatangi rumah Ngatino (mertua tersangka) dengan menumpang tiga buah mobil dan langsung membawa Heri masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.

“Heri Suranto tinggal di rumah itu, bersama mertuannya, bernama Ngatino,” katanya.

Sementara Sudirman, guru bimbingan konseling SMA Islam I Surakarta, membenarkan bahwa Heri memang bekerja di sekolah ini sebagai staf tata usaha.

Menurut dia, polisi sebelumnya datang di sekolah ini sekitar pukul 10.30 WIB dan mereka membawa Heri pergi dari sekolahan.

Polisi kembali ke sekolah ini bersama Heri, sekitar 11.30 WIB lalu kembali meninggalkan sekolah.

“Para guru di sekolah ini banyak yang kaget dan tidak menyangka. Karena, Heri diketahui orangnya santun dan baik,” katanya.

Dengan tiga buah mobil, Densus langsung ke rumah tersangka di RT 7/ RW XII Kelurahan Semanggi, sekitar pukul 14.30 WIB, dan menangkap tersangka serta membawanya pergi dari lokasi.

“Polisi dengan memakai perlengkapan lengkap dan bersenjata api langsung masuk ke rumah Heri dan membawanya pergi,” kata Yanto, tetangga korban.

Warga setempat, kata Yanto, tidak menyangka Heri terlibat jaringan terorisme karena dia orangnya biasa-biasa saja dan baik sama warga sekitar.

Densus 88 sebelumnya juga menangkap tiga orang yang diduga terlibat jaringan terorisme di wilayah Surakarta, Rabu (12/5) hingga Kamis (13/5). Ketiganya adalah Joko Purwanto alias Torik ditangkap di Purbayan, Sukoharjo, Abdul Hamid di Purwosari, dan Erwin di Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi, Solo. (*)

Tersangka Teroris Seret Nama Ba’asyir

Mata rantai organisasi teroris di Indonesia terus diurai oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri. Hari ini (14/5) Polri secara resmi akan mengumumkan keterlibatan dan peran para tersangka teroris yang ditangkap maupun yang tewas tertembak dalam penggerebekan di Cikampek, Jawa Barat, dan Cawang, Jakarta Timur, Rabu lalu (12/5).

Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis memastikan, rangkaian penangkapan di Cawang, Cikampek, dan Solo terkait dengan pelatihan militer di Aceh. “Ada satu rangkaian yang terhubung,” katanya.

Di beberapa lokasi penyidik Densus 88 melakukan rekonstruksi sejak Rabu lalu (12/5). Salah satunya di markas Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Pejaten, Jakarta Selatan. Di tempat itu nama Abu Bakar Ba’asyir tersangkut. Bahkan, penyidik menggunakan pemeran figuran yang dikalungi tag name bertulisan Abu Bakar Ba’asyir.

Apa peran Ba’asyir? Sumber Jawa Pos menjelaskan, ustad asal Solo itu dicokot oleh beberapa nama yang ditangkap sebelumnya. Salah satunya Ubeid alias Luthfi Haedaroh. “Ubeid menjelaskan, pernah ada pertemuan membahas latihan militer di Aceh yang dihadiri ustad Abu,” kata sumber itu.

Pertemuan itu juga dihadiri Mustaqim, alumnus Mindanao, yang juga tertangkap bersama Ubeid di Medan pada 12 April lalu. Dalam rekonstruksi itu, Ubeid dan Mustakim dihadirkan. “Itu bisa diartikan terlibat kalau tahu bahwa ada pelatihan militer bersenjata dan tidak melarang,” tambah sumber itu.

Meski begitu, polisi tidak bergerak berdasar pengakuan. Sampai tadi malam Densus masih menuju suatu tempat di sekitar Jakarta untuk pengumpulan bukti. Pagi ini (14/5) personel Densus juga akan mengarah ke sebuah lokasi penting.

Ubeid adalah salah satu instruktur utama (mudarrib) pelatihan tanzhim Al Qaidah Serambi Makkah. Dia pernah ditangkap pada 2004 karena dituding menyembunyikan Noordin. Ubeid yang lahir di Magetan itu juga saudara sepupu Fathurahman Al Ghozi yang tewas di Filipina.

Selain itu, Ubeid merupakan pemateri utama dalam berbagai forum Jamaah Ansharut Tauhid. Bahkan, Ubeid menerjemahkan buku-buku jihad berbahasa Arab untuk disalin dalam bahasa Indonesia dan didistribusikan terbatas untuk para ikhwan.

Saat ditanya soal keterlibatan Ba’asyir, Wakadiv Humas Brigjen Zainuri Lubis menjawab secara diplomatis. “Untuk yang itu akan diterangkan secara detail besok (hari ini, Red). Sabar saja,” katanya.

Zainuri membenarkan adanya figuran yang mengenakan tag name Abu Bakar Ba’asyir dalam rekonstruksi di TKP Pejaten. “Tapi, sekali lagi, perannya apa nanti saja,” kata mantan kepala Bagian Perencanaan Bareskrim Mabes Polri itu.

Tadi malam posisi Abu Bakar Ba’asyir belum diketahui. Kuasa hukum Ba’asyir. Achmad Michdan SH, membantah keras keterlibatan Ba’asyir dalam pelatihan militer di Aceh. “Ustad (Abu Bakar Ba’asyir, Red) memang sering ke sana (Pejaten),” katanya. “Lha wong ustad pimpinan di sana. Dia sering memimpin pengajian. Kalau ada acara di Jakarta, dia istirahatnya di sana,” katanya.

Michdan menjelaskan, Ba’asyir hanya mengajarkan ilmu agama, bukan ajaran terorisme. “Ustad baru mengirim faks ke kami (TPM, Red) sore tadi (kemarin, Red),” ucapnya. Michdan menerangkan, faks tersebut adalah pernyataan resmi dari JAT Solo mengenai penangkapan beberapa jamaahnya di Jakarta.

Dalam surat dua halaman yang ditandatangani Ba’asyir itu, JAT menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menoleransi tindak kekerasan seperti terorisme. JAT memfokuskan diri pada hal-hal yang berkaitan dengan penyakit masyarakat, khususnya keimanan. Penerapan syariat Islam harus dilakukan dengan cara-cara yang benar di mata hukum.

“Tapi, kalau pernyataan pribadi ustad tentang namanya yang disebut-sebut, saya belum tahu. Yang jelas, dia minta sekertariat JAT harus segera dibuka,” terangnya.

Sejak sore kemarin (13/5) Tim Pembela Muslim (TPM) sibuk mengurusi kepulangan 16 orang yang diduga teroris yang ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. “Setelah Magrib, ada tim kami yang datang ke sana,” kata anggota TPM Ahmad Michdan.

Katanya, ada tiga anggota TPM yang mendatangi tahanan orang-orang yang diduga teroris itu. Para pengacara itu adalah Guntur Fatahilah, Gilroy Ari Noviandi, dan Borisa Rezadi Bahtiar.

Di sana mereka bersama beberapa keluarga para tahanan dan JAT lainnya. Kata Michdan, tim itulah yang mempersiapkan segala keperluan administrasi dan sebagainya untuk keperluan pembebasan.

Meski belum tahu pasti tentang jumlah orang yang dibebaskan, Michdan meyakini sepuluh orang lebih yang akan dipulangkan. “Sampai sekarang saya belum menerima laporan dari mereka berapa dan siapa saja yang dipulang,” kata Michdan.

Sementara itu, hingga kemarin (13/5) Mabes Polri masih mengidentifikasi lima jenazah teroris di RS Polri Dr Sukanto Kramat Jati. Menurut Kepala Instalasi Forensik AKBP Triroso, pihaknya berupaya menyelesaikan post mortem (pengambilan data tubuh setelah kematian, Red). “Mudah-mudahan post mortem bisa diselesaikan hari ini,” kata Triroso.

Menurut dia, data yang diperoleh selama post mortem akan dicocokkan dengan data di lapangan. “Ya, misalnya dari keluarga, ijazah, akta kelahiran, dan lain-lain,” kata pria berkacamata itu. Triroso menargetkan, pekerjaan tim Mabes Polri itu rampung sekitar tiga hari ke depan.

Sumber Jawa Pos membisikkan, selain Maulana dan Saptono, ada satu nama penting yang ikut tewas. “Kami mengecek data atas nama Musthofa alias Pranata Yudha,” kata sumber itu. Jika benar Musthofa atau Abu Tholut itu menjadi salah satu korban penggerebekan, dipastikan seluruh tokoh sentral yang menguasai ilmu kemiliteran di kelompok ini tewas. (rdl/kuh/sof/c2/iro)