
![]() |
| Syarifuddin Sudding |
BURT DPR benar-benar ngebet untuk mewujudkan pembangunan gedung baru DPR. Berbagai cara dilakukan agar tak ada perintang, termasuk melobi fraksi-fraksi agar menyetujui dan tidak meributkan proyek bernilai Rp 1,16 triliun tersebut. Salah satu fraksi mengaku dibujuk rayu untuk setuju.
“Saat Hanura mengeluarkan sikap resmi penolakan banyak yang melobi supaya menerima pembangunan ini. Saya katakan kami tidak punya alasan menerima. Gedung sekarang masih layak,” kata Sekretaris Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding, pada diskusi Gedung Baru DPR untuk Siapa di Gedung DPR Jakarta, Jumat, 3 September 2010.
Syarifuddin Sudding menyebutkan, karena ada upaya-upaya seperti itu Hanura juga telah meminta KPK untuk mengawasi ketat bila pembangunan gedung baru DPR benar-benar dilaksanakan.
Selain Hanura, Fraksi Gerindra juga menolak pembangunan gedung baru DPR. Kedua fraksi itu meminta agar rencana pembangunan gedung baru ditunda dan dilakukan konsolidasi untuk dibahas oleh seluruh anggota dewan di paripurna.
Sekretaris Fraksi Gerindra, Eddy Prabowo menilai gedung baru DPR terlalu mewah, baik luas gedung, fasilitas, maupun anggaran yang terserap.
Anggota BURT DPR Arwani Tomafi mengaku kebingungan dengan penolakan yang dilancarkan fraksi-fraksi sekarang ini karena sebelumnya rencana pembangunan gedung baru DPR sudah disepakati di BURT.
“Di rapat itu tidak ada yang menolak. Setelah ramai dipersoalkan publik semuanya bilang tidak setuju,” katanya. (matanews)





