Ibrahim, pemilik pabrik sabu-sabu berskala kecil di Sei Panas, Batam, ternyata belajar meracik barang haram itu saat dipenjara di Batam.
Residivis kasus sabu-sabu itu, Senin (4/5/2010), ketika ditemui di sel rumah tahanan Polda Kepri mengaku, selain belajar di penjara, dia juga mendalami ilmu pembuatannya di Aceh.
“Saya bisa meracil sabu karena diajari teman di penjara. Setelah keluar pada 2005 lalu, saya ke Aceh. Saya lihat disana bagaimana pembuatannya, “kata Ibrahim.
Setelah dari Aceh, dua bulan lalu dia baru kembali ke Batam. Mengaku karena tidak ada pekerjaan lagi, Ibrahim memilih mempraktekan ilmunya.
“Ini baru pertama coba-coba. Saya terpaksa membuat sabu karena susah cari kerjaan,” akunya. Barang hasil produksi Ibrahim memang belum sempat dipasarkan karena prosesnya baru sampai tahap penyulingan yang kedua.
Barang pembuat saabu, cerita Ibrahim, tidaklah berkualitas baik. Dia hanya mencampurkan pil panadol, pupuk, alkohol dan beberapa macam pil lainnya. “Sabu ini kualitas rendah,”ungkapnya.






March 2, 2012 at 17:04
ayo donk ky apa meracik bumbu lodeh?????????????????
March 2, 2012 at 16:49
pengen nih meracit sabu-sabu sendiri untk Q pkai sendri aja ko”tlong dong pliss.