
MAKASSAR, DETIKPOS.net – Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah, meliputi segmen usaha corporate, commercial, micro dan retail. Selain itu, bank pelat merah ini juga merambah finance dan treasury & International banking.
Sejumlah anak perusahaan mulai didirikan untuk mendukung bisnis utamanya. Diantaranya Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) serta Mandiri Tuntas Finance (jasa pembiayaan).
Sebagai bank dengan layanan dan jangkauan terbesar, tahun ini, Bank Mandiri meraih dua penghargaan sekaligus dari The Asian Bankers di Singapura.
Menurut Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri, Ogy Prasomiyono akhir pekan lalu, penghargaan yang diterima Bank Mandiri adalah The Strongest Bank in Indonesia 2010 dan The Indonesian Bankers Leadership Achievement Award.
Bank Mandiri juga meraih predikat perusahaan sangat terpecaya dalam pelaksanaan Good Coorporate Governance selama tiga tahun terakhir. Penghargaan lain yang diberikan adalah Corporate Governance Recognitions Award 2010 dari Corporate Governance Asia dan didaulat sebagai Indonesia’s Most Admired Knowladge Enterprise (MAKE) Study 2010 oleh Dunamis Organization Services.
“Untuk itu kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik sebagai bentuk komitmen kami dan juga sebagai rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada Bank Mandiri selama,” jelas Ogy disela-sela pemberian hibah melalui dana CSR Bank Mandiri untuk Rumah Sakit Sayang Rakyat akhir pekan lalu.
Di tengah ketatnya persaingan perbankan, Bank Mandiri mampu meningkatkan kinerja dengan signifikan di triwulan kedua tahun 2010 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.
Kredit meningkat Rp36,4 triliun atau tumbuh 20% secara tahunan (year on year) dari posisi Juni 2009 sebesar Rp181,6 triliun menjadi Rp218 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp326,6 triliun atau tumbuh 13,8% (year on year) dari posisi Juni 2009 sebesar Rp287,1 triliun.
Rasil non performing loan (NPL) menurun dari 4,78% menjadi 2,54% dan NPL Netto membaik dari 1% menjadi 0,6%. Sementara efficiency ratio mencapai 38,7%, membaik dari posisi Juni 2009 sebesar 38,9%. Dan laba bersih mencapai Rp4 triliun, atau tumbuh 37,8% dibandingkan Juni 2009 yang sebesar Rp2,9 triliun. [up/ris]
Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini




