alsyariah.com pasang iklan

34.000 Tabung Elpiji di Gresik Rusak

1618187620X310 34.000 Tabung Elpiji di Gresik RusakDinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, UKM, Pemkab Gresik, Jawa Timur, menemukan puluhan ribu tabung elpiji ukuran 3 kilogram tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mengalami korosi (berkarat).

Puluhan ribu tabung elpiji itu ditemukan di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), yakni milik PT Tiga Sejahtera Bersama (TSB) di Jalan Raya Desa Setrohadi Kecamatan Duduksampean dan PT Adikartika Satria (AS) Jalan Raya Sukomulyo Kilometer 24.

Temuan di PT TSB, dari 6.000 tabung elpiji ada sekitar 110 tabung elpiji ukuran 3 kilogram katupnya rusak, sebanyak 985 tabung elpiji non SNI dan sekitar 100 tabung elpiji berkarat.

Sedangkan di PT AS ditemukan 31.000 tabung elpiji rusak, non SNI dan belasan ribu lainya berkarat.

“Menurut pemilik SPBBE, tabung-tabung yang sudah tidak layak itu akan ditarik oleh PT Pertamina dan segera diganti yang baru,” kaat Rudy Sutaji, kepala dinas tersebut, inspeksi bersama Satpol PP dan Kepolisian, Rabu (4/8/2010).

Ia mengemukakan, tabung-tabung yang rusak ini sudah dipilah oleh SPBBE, karena tabung-tabung itu sudah tiga tahun lebih. Artinya sudah ada kesadaran yang cukup setelah beberapa kali terjadi insiden tabung gas elpiji meledak.

“Kami merasa bersyukur karena selama ini tidak pernah terjadi tabung elpiji meledak di Gresik. Tabung elpiji yang rusak akan segera ditarik oleh Pertamina,” tandasnya

Rudy berharap dengan banyaknya tabung elpiji yang rusak tidak sampai mengganggu pasokan, apalagi sebentar lagi bulan suci Ramadhan.

“Kami juga tidak ingin demi memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi tabungnya rusak, nanti akan membahayakan keselamatan jiwa. Intinya mulai dari katup, selang dan aksesoris tabung elpiji harus ber-SNI,” tegasnya

Sementara, Riyan (32) pemilik SPBBE di Jalan Raya Desa Setrohadi memastikan, tabung elpiji sudah dipisah-pisahkan untuk segera dikembalikan ke PT Pertamina.

“Sudah kami pilah-pilah sesuai jenis kerusakannya, karena kami sendiri tidak ingin di Gresik ada insiden seperti di daerah lain hingga menelan korban,” jelasnya

Riyan mengungkapkan, setiap hari SPBBE-nya mendapat kiriman 4.900 tabung dengan tujuh kali pengiriman, setiap truk-nya sekitar 700 tabung. “Insya Allah Gresik tidak akan terjadi kelangkaan meskipun banyak tabung yang rusak. Karena oleh Pertamina nanti langsung diganti dengan yang baru,” katanya. [kompas]

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komentar via Facebook:

Tuliskan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik.

Email anda kami rahasiakan. Required fields are marked *

*
*


2 − 1 =

noafgan.com